BPBD Sulsel Dorong Mitigasi Bencana Wisata Alam
- 04 Feb 2026 14:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Antisipasi bencana di kawasan wisata alam menjadi perhatian penting, khususnya di Sulawesi Selatan yang memiliki beragam destinasi berbasis alam. Topik ini dibahas dalam program Kentongan di PRO1 RRI Makassar edisi siar Selasa, 3 Februari 2026, dengan menghadirkan narasumber Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si., Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, yang dihubungi melalui sambungan telepon.
Dalam dialog tersebut, Dr. Amson Padolo menegaskan bahwa kawasan wisata alam memiliki tingkat kerawanan bencana yang perlu diantisipasi secara serius. “Potensi bencana seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga gelombang tinggi dapat mengancam keselamatan wisatawan jika tidak diimbangi dengan kesiapsiagaan yang memadai. Wisata alam menawarkan keindahan, tetapi juga menyimpan potensi risiko bencana yang harus dipahami bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BPBD Sulsel terus mendorong penguatan mitigasi bencana di lokasi-lokasi wisata alam. Upaya tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan bencana, pemasangan rambu peringatan, serta penyusunan jalur evakuasi yang mudah dipahami oleh pengunjung. “Langkah mitigasi ini penting agar wisata tetap aman dan berkelanjutan,” kata Dr. Amson.
Selain infrastruktur mitigasi, peran pengelola wisata dan masyarakat setempat juga dinilai sangat krusial. Dr. Amson menekankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana. “Pengelola dan masyarakat sekitar harus dibekali pengetahuan dasar kebencanaan agar dapat bertindak cepat saat terjadi kondisi darurat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan wisatawan agar lebih waspada dan tidak mengabaikan informasi cuaca maupun peringatan dini dari pihak berwenang. “Wisatawan perlu diimbau untuk mematuhi aturan keselamatan serta menghindari aktivitas wisata alam saat kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi pengelola maupun pengunjung,” tegasnya.
Dr. Amson Padolo menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya antisipasi bencana di kawasan wisata alam. Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, pengelola wisata, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem penanggulangan bencana yang efektif dan terpadu. “Upaya ini tentu diharapkan juga dapat mendukung pengembangan pariwisata Sulsel yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan ramah bagi seluruh pengunjung atau wisatawan selama musim hujan sekarang ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....