Disnakertrans Sulsel Tunggu Informasi PMIB dari Kamboja

  • 03 Feb 2026 20:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan,menunggu informasi terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dari Kamboja, yang terjerat dalam sektor scam online adakah dari Sulawesi Selatan atau tidak. Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas Senin 2 Februari 2026.

Menurutnya, pihaknya telah mencari tahu informasi tentang  kondisi para PMI yang berada di Kamboja, dan infromasi yang disampaikan tidak ada. “Saya sudah minta staf untuk mencari informasi,dan menyatakan  tidak ada termasuk juga ke P3MI perwakilan Makassar, belum ada informasi. Kami sifatnya saat ini menunggu semoga tidak ada Sulsel ,” kata Jayadi Nas melalui sambungan teleponnya.

Jayadi Nas menyatakan, permasalahan PMI yang di Kamboja permasalahan ini harus duduk bersama untuk mencarikan solusi, bahwa Ketika keluar mereka ini harus mematuhi aturan, jangan berangkat secara illegal. “Yang harus dipahami, Ketika keluar bekerja haruslah mematuhi aturan ada prosedur jangan berangkat secara illegal, supaya ketika ada masalah bisa monitor, seperti apa kondisinya di sana, bagaimana perkembangan pekerjaannya, sehat atau tidak, bagaimana enjoy atau tidak enjoy,”jelasnya .

Lebih jauh, Jayadi Nas mengungkapkan jika mereka berangkat secara illegal tentunya dampaknya ketika ada masalah tentu akan sulit terdeteksi karena mereka tidak terdaya dengan baik ketika keluar. Selain itu, ia juga berharap agar tidak ada lagi yang menjadi  calo-calo atau yang berurusan dengan calo, terkait misalnya potensi pekerjaan luar negeri.

“Kalau itu tidak melalui proses perizinan yang benar atau proses pemberangkatan yang benar, karena suatu ketika nanti bagaimanapun juga ini kan warga negara Indonesia.  Apapun masalahnya eperti apa mereka, ya tetap harus kami urus, ya kan. Itu kan KBRI harus tahu di sana, Kami juga sebagai tempat yang Indonesia yang mengirim ya harusnya tahu juga. Karena perusahaannya kan masih banyak yang berangkat  tidak melalui proses yang legal,” paparnya

Sehingga jika ada masalah seperti ini, Jayadi mengungkapkan  tentu akan sulit, namun ketika semua prosesnya terlaksana sesuai aturan dan secara legal maka tentu bisa terpantau, “Misalnya tempat kerja bertanggung jawab atau tidak. Bagaimana progres setiap pekerja yang ada di luar negeri semua bisa terpantau ketika semua berjalan sesuai aturan,namun kalau ada yang berangkat diam-diaman, ya sampai disana kami juga tidak tahu. Nanti ketika terjadi masalah dengan tempat mereka bekerja, baru muncul seperti ini,”paparnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....