Musrenbang Kecamatan Hasilkan 68 Usulan

  • 03 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian mencatat lonjakan signifikan jumlah usulan pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan pada hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan untuk tahun anggaran 2027. Tercatat sebanyak 68 usulan masuk dari berbagai wilayah, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai tujuh usulan. Data tersebut disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar awal pekan ini.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan peningkatan jumlah usulan menunjukkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dan kelompok usaha sektor primer dalam menyampaikan kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, aspirasi tersebut berasal dari enam kecamatan dan 25 kelurahan yang mengajukan beragam program bantuan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani, nelayan, serta peternak di wilayahnya masing-masing.

“Tahun 2026 lalu usulan yang masuk sebanyak tujuh, sedangkan tahun 2027 ini mencapai 68 usulan, tapi memang harus kami verifikasi dulu,” kata Aulia Arsyad saat ditemui pada kegiatan Forum Perangkat Daerah Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar di Hotel Aston, Senin, 2 Februari 2026. Ia menegaskan seluruh usulan tidak otomatis dianggarkan, melainkan melalui proses pengecekan administrasi dan kesesuaian kondisi lapangan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan 68 usulan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pengadaan kolam ikan untuk budidaya perikanan, bantuan sarana produksi pertanian, hingga dukungan pengembangan peternakan rakyat. Namun demikian, beberapa proposal harus dikaji ulang karena ditemukan ketidaksinkronan antara data yang diajukan dengan fakta di lapangan. “Ada beberapa usulan yang kami lakukan verifikasi karena ada yang tidak sinkron dengan kondisi sebenarnya,” bebernya.

Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan tersebut juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pemangku kepentingan. Perwakilan kelompok wanita tani, kelompok tani, dan kelompok nelayan diberi kesempatan menyampaikan masukan, kendala, serta kebutuhan prioritas agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran. Aulia menilai keterlibatan langsung masyarakat penting untuk memastikan perencanaan tahunan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Pada kegiatan diskusi hari ini, tolong kelompok tani, kelompok nelayan, dan kelompok wanita tani menyampaikan unek-uneknya, apa yang bisa diselesaikan dan apa yang bisa kami tindak lanjuti,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar usulan tidak hanya sekadar diajukan tanpa perencanaan matang. Menurutnya, penggunaan anggaran sektoral harus jelas peruntukannya agar tidak terbuang percuma setelah diverifikasi.

Kegiatan forum ini merupakan tindak lanjut pasca Musrenbang di 15 kecamatan di Makassar dan menjadi tahapan krusial dalam penyusunan rencana kerja tahun 2027. Pemerintah daerah akan melakukan verifikasi, penajaman target kinerja, penentuan lokasi, serta penetapan kelompok sasaran sebelum anggaran disahkan. Melalui proses tersebut, diharapkan setiap program benar-benar mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan pertanian serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Kota Makassar.(RRI Qyswanti Ruslia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....