IDOLA ANAK Gaungkan Ruang Partisipasi Anak Lebih Nyata
- 02 Feb 2026 08:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Program IDOLA ANAK yang disiarkan melalui PRO1 RRI Makassar pada Minggu, 1 Februari 2026, mengangkat tema “Suara Anak Itu Penting, Bukan Cuma Pajangan!”. Program ini menghadirkan Andi Phutri Wahyu Andif selaku Koordinator Kluster 4 Forum Anak Sulawesi Selatan 2025/2026 sekaligus Ketua Forum Anak Coliq Pujie 2024/2026, serta Muhammad Aqil, Duta Anak Sulawesi Selatan 2025, dengan dipandu oleh Naila Kamila, Sekretaris 1 Forum Anak Soppeng.
Dalam pemaparannya, Andi Phutri Wahyu Andif menegaskan bahwa partisipasi anak masih kerap bersifat simbolis. Menurutnya, banyak anak telah dilibatkan dalam forum-forum resmi, namun aspirasi yang disampaikan belum sepenuhnya ditindaklanjuti dalam kebijakan maupun program nyata.
“Suara anak sering kali hanya didengar saat kegiatan seremonial. Padahal, anak memiliki hak untuk berpartisipasi dan pendapatnya perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” ujar Andi Phutri.
Ia menjelaskan bahwa forum anak memiliki peran strategis sebagai ruang partisipasi yang aman dan inklusif. Melalui forum tersebut, anak didorong untuk menyampaikan pandangan, kebutuhan, serta solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sementara itu, Muhammad Aqil menyampaikan bahwa anak tidak seharusnya diposisikan hanya sebagai objek perlindungan. Menurutnya, anak juga merupakan subjek pembangunan yang mampu memberikan kontribusi positif apabila diberikan kepercayaan dan kesempatan.
“Anak memahami permasalahan yang mereka alami secara langsung. Oleh karena itu, pelibatan anak secara aktif akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Aqil dalam dialog tersebut. Ia juga mengajak anak-anak dan remaja untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi melalui saluran yang tersedia, baik di tingkat sekolah, komunitas, maupun forum anak daerah.
Sebagai pemandu acara, Naila Kamila menekankan pentingnya peran orang dewasa dalam memastikan suara anak tidak hanya didengar, tetapi juga dihargai dan ditindaklanjuti. Ia menilai, sinergi antara anak dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Menutup dialog, Muhammad Aqil selaku Duta Anak Sulawesi Selatan 2025, menyampaikan pesan kepada anak-anak agar berani menyampaikan aspirasi secara positif dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki peran penting dalam pembangunan. “Jangan pernah merasa suara kita tidak berarti. Ketika anak berani berbicara dan terlibat aktif, di situlah perubahan dapat dimulai,dan seluruh pihak terkait untuk terus mendukung terciptanya ruang partisipasi yang aman dan bermakna bagi anak,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....