Kepolisian Kawal Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Hingga Pemakaman
- 25 Jan 2026 16:15 WIB
- Makassar
RRI CO.ID.Makassar - Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, bersama pus Dokkes Polri, inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri serta Fakultas kedokteran UNHAS telah berhasil mengidentifikasi 10 korban pesawat ATR 42-500 dari 11 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi pencarian korban Gunung Bulusaraung sejak 20 hingga 23 Januari 2026. Kemudian Polri Melalui Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro menyerahkan jenazah para korban kepada keluarganya.
Kapolda Sulawesi Selatan irjen Pol Djuhandani Raharjo Puro memastikan 10 korban pesawat ATR telah teridentifikasi melalui keilmuan Sintifik dilakukan Tim DVI dan Indent polri, melibatkan Kedokteran UNHAS dengan penuh ketelitian dan keakuratan, termasuk satu body pack dari 11 body pack berisi potongan tulang telah teridentifikasi, adalah bagian tubuh salah satu korban.
Irjen Pol Djuhandani Raharjo Puro mengatakan setelah teridentifikasi seluruh jenazah korban pesawat ATR, diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa dan dimakamkan. Bantuan Polri terhadap korban kecelakaan pesawat ATR, hingga pengantaran dan mengawal jenazah ke alamat masing – masing dibawa keluarganya kemanapun kita kawal,"Ujar Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat menyerahkan 7 jenazah kepada keluarganya di Basement Biddokkes Polda Sulsel Jalan Kumala Kota Makassar, Sabtu, 24 Januari 2026.
Sementara Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris menjelaskan proses identifikasi dilakukan Tim gabungan berdasarkan pemeriksaan forensik dan identifikasi, terutama melalui sidik jari, properti, serta ciri medis. Metode identifikasi, Tim DVI menegaskan bahwa sidik jari menjadi salah satu metode paling kuat dalam memastikan identitas korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem yang disesuaikan dengan data ante mortem lanjut Kombes Pol muhammad Haris, seluruh data dinyatakan cocok. Dari total korban, 10 orang berhasil diidentifikasi, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Seluruh identitas sesuai dengan manifest penumpang.
"Upaya-upaya yang dilakukan dan identik seluruhnya dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest dan selesainya proses identifikasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan pascakecelakaan ini adalah bagian dari hasil evakuasi dan pengujian identifikasi oleh Biddokkes dan seluruh tahapan dilakukan secara profesional dan berlandaskan kemanusiaan,Ujar Kombes Pol Muhammad Haris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....