Kapolda Sulsel Memastikan Seluruh Korban Pesawat ATR Teridentifikasi

  • 24 Jan 2026 19:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID. Makassar - Seluruh body Pack hasil pencarian dan penyelamatan korban pesawat jenis ATR di kawasan Gunung Bulusaraung Kabuparen Pangkep, Sulawesi Selatan yang diantar Basarnas ke Bidang Dokter dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), dari lokasi evakuasi korban, telah diidentifikasi Tim Disaster Victim indentification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel, Iident Polda Sulsel, Pus Labfor Polri, Pus indent Bareskrim Polri melibarkan Fakultas Kedokteran UNHAS. Sebanyak 11 body pack yang dievakuasi dari lokasi pencarian dan penyelamatana korban, semuanya telah diidentifikasi Tim DVI Polri.

Proses indentifikasi ke sepuluh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 oleh Tim DVI Polri terhadap 11 kantong jenazah yang dievakuasi Tim SAR dari Lereng Gunung Bulusaraung, berlangsung mulai 20 hingga 24 Januari 2026. Kapolda Sulawesi Selatan irjen Pol Djuhandani Rahadjo Puro memastikan ke sepuluh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah terindentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel, bekerja sama dengan Puslabfor Polri dan Pusident Barenskrim Polri.

"Dari 11 body pack yang kemarin dikirim 10 body pack telah teridentifikasi. Dengan kondisi apa pun, bagian tubuh masih bisa terbaca dan dapat diidentifikasi lebih lanjut, satu body pack lainnya yang hanya berisi tulang juga telah dipastikan merupakan bagian tubuh dari salah satu korban yaitu Hariad dari 10 korban tersebut,” Sebut irjen Pol Djuhandani dalam konfrensi Pers bersama Basarnas RI, Dirjen KKP, Puslabfor Polri dan Pusiden Polri di Media Center Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu, 24 Januari 2026.

Kapolda juga memasrtikan hasil identifikasi seluruh korban telah sesuai dengan data manifest penerbangan. Semu sudah bisa teridentifikasi oleh tim DVI tadi malam dengan upaya-upaya yang dilakukan dan identik seluruhnya dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest dan selesainya proses identifikasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan pascakecelakaan ini adalah bagian dari hasil evakuasi dan pengujian identifikasi oleh Biddokkes dan seluruh tahapan dilakukan secara profesional dan berlandaskan kemanusiaan," ucap irjen Pol Djuhandani.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris menjelaskan proses identifikasi dilakukan Tim gabungan berdasarkan pemeriksaan forensik dan identifikasi, terutama melalui sidik jari, properti, serta ciri medis. Metode identifikasi, Tim DVI menegaskan bahwa sidik jari menjadi salah satu metode paling kuat dalam memastikan identitas korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem yang disesuaikan dengan data ante mortem lanjut Kombes Pol muhammad Haharis, seluruh data dinyatakan cocok. Dari total korban, 10 orang berhasil diidentifikasi, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Seluruh identitas sesuai dengan manifest penumpang dari Gapura Angkasa.

Kombes Pol Muhammad sekaligus mengumumkan indetitas ke sepuluh korban adalah:

1. Andy Dahananto (Pilot), 58 tahun,

Alamat: Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kec. Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma.

2. Farhan Gunawan (Kopilot), 26 tahun

Alamat: Jalan Sultan Hasanuddin, Malili, Sulawesi Selatan.

3. Hariadi (Flight Operation Officer), 57 tahun

Alamat: Perumahan Puri Kahuripan 3 No. 4, RT 003/RW 008, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.

4. Restu Adi (Engineer), 40 tahun

Alamat: Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kec. Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma.

5. Dwi Murdiono (Engineer), 40 tahun

Alamat: Jalan Prajasa, Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat.

6. Florencia Lolita (Awak Kabin), 33 tahun

Alamat: Apartemen Oak Tower A Unit 216, Pulogadung, Jakarta Timur.

7. Esther Aprilita (Awak Kabin), 27 tahun

Alamat: Perum Bukit Rancamaya No. 1 Blok E2, RT 001/006, Desa Ciherang Pondok, Kec. Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Penumpang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP):

8. Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), 41 tahun

Alamat: Komplek Mina Bhakti No. 150, Cikaret, Kota Bogor, Jawa Barat.

9. Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara), 44 tahun

Alamat: Jalan Jatiraya 66 H Sofiah No. 15, RT 005/006, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

10. Yoga Noval Prakoso (Operator Foto Udara), 31 tahun

Alamat: Jalan Tutul Raya No. 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala pusat indetifikasi Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Mashudi menguatkan pengungkapkan indentitas ke sepuluh jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 melalui sidik jari. Kami meyakini melalui ke ilmian dengan sintifik kami bisa menemukan kesamaan walaupun sidik jarinya menipis tetapi ketelitian anggota bisa mene menemukan kesamaan,”Ucap Brigjen Pol mashudi.

"Memang kuasa Tuhan, kita manusia itu identitasnya dengan sidik jari jari kiri ataupun jari telunjuk jari kelingking itu semuanya beda dan papillarynya beda, ada yang harusnya terputus ada satu ada dua menjadi satu dan sebaliknya Kami meyakini melalui ke ilmuan dengan sintifik, kami bisa menemukan kesamaan walaupun sidik jarinya menipis tetapi ketelitian anggota bisa menemukan kesamaan,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....