Kadis Perpustakaan Makassar Motivasi Pelajar Menulis Kreatif

  • 21 Nov 2025 10:01 WIB
  •  Makassar

KBRN, MAKASSAR : Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady memotivasi pelajar untuk menulis dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai peluang profesi di masa depan. Ia menyampaikan, menulis bukan hanya hobi, tetapi bisa menjadi pekerjaan yang menghasilkan dan membuka pintu kesempatan lebih luas.

Menurut Aryati, banyak tokoh yang sukses karena konsisten menulis. Dengan menulis, seseorang dapat menegaskan identitas diri sekaligus memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat dan bangsa. “Banyak orang menjadikan menulis sebagai profesi, dan mereka berhasil,” ujarnya di hadapan peserta.

Motivasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial melalui Layanan Kusuka Angkatan 2, yang berlangsung di Hotel Gpelaksan pada kamis 20 November 2025, dan diikuti pelajar SMP se-Kota Makassar.

Ia menambahkan, pelajar dapat melatih kemampuan menulis melalui majalah dinding, buletin, hingga website sekolah. Kemampuan menulis juga disebut dapat menjadi nilai tambah ketika kelak mereka berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara atau profesi lainnya.

Aryati menegaskan bahwa Dinas Perpustakaan berkomitmen menghadirkan ruang literasi yang lebih luas bagi pelajar, termasuk pelatihan menulis dan lomba sebagai bentuk apresiasi. “Kami juga akan berkolaborasi dengan Bunda Literasi untuk memperkuat gerakan literasi hingga tingkat dasar,” tuturnya.

Program Layanan Kusuka sendiri merupakan inovasi layanan inklusi sosial yang dijalankan Perpustakaan Umum Kota Makassar sebagai bagian dari fungsi edukasi untuk masyarakat.

Pada hari kedua kegiatan, hadir sebagai pemateri Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Andi Mappanyukki dan pegiat literasi sekaligus penulis buku, Rusdin Tompo. Kegiatan dibawakan oleh broadcaster Erick Alamsyah dari Radio Venus FM yang membuat suasana lebih interaktif.

Dalam penyampaiannya, Rusdin Tompo mengajak pelajar berani mengekspresikan pemikiran melalui tulisan. Ia membawakan materi bertema “Mau Eksis? Ya, Menulis” dan memberikan berbagai teknik praktis, termasuk cara membangun ide dari hal-hal sederhana di sekitar.

Rusdin juga mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan memiliki warisan literasi sejak lama. Ia menyebut peninggalan aksara lontaraq, lukisan purba Leang-Leang, hingga tokoh literasi seperti Colliq Pujie sebagai bukti kuatnya tradisi menulis di daerah ini.

Pada kesempatan itu, Rusdin menyerahkan buku SATUPENA Menulis Sulawesi: Jejak, Luka, dan Cahaya kepada Kadis Perpustakaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi daerah.

Kegiatan ini juga diikuti guru pendamping dan beberapa pelajar yang telah menulis rutin bahkan mencoba membuat novel. Turut hadir sejumlah pejabat Dinas Perpustakaan, pustakawan, dan staf pelaksana. (**)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....