Kawasan Industri Bantaeng Kembali Masuk Program Prioritas PSN
- 09 Mar 2025 22:04 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Sebanyak 77 Program Strategis Nasional, (PSN) telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang bakal digenjot dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahun tersebut, Sulsel mendapat dua jatah, salah satunya Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Selain KIBA ada juga Kawasan Industri Huali Park Industri Luwu Timur.
Terkait dengan KIBA, ini merupakan kali ketiga masuk dalam PSN setelah sebelumnya juga menjadi salah satu proyek strategis di era Presiden Joko Widodo,bersama dengan Kawasan Industri Takalar (KITA). KIBA merupakan kawasan industri dimana pengolahan nikel melalui smelter dilakukan. Dengan masuknya kawasan industri ini, maka pengembangannya akan menjadi program prioritas dalam lima tahun kedepan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy menyambut antusias dengan keputisan Presiden Prabowo tersebut. Untuk itu kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini mengungkapkan apresiasinya. "Alhamdulilah. Saya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi setingi- tingginya untuk bapak Presiden Prabowo yang telah memilih Kawasan Industri Bantaeng jadi PSN," kata Uji Nurdin, Sabtu, 8 Maret 2025.
Uji Nurdin yang juga merupakan Kepala daerah termuda di Sulsel ini menambahkan, dengan KIBA ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng pastinya meningkat. Hal ini tentunya membawa kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Bantaeng. "Dengan Dijadikan KIBA PSN, tentunya investor-ivenstor akan berdatangan. Pendapatan Pemkab Bantaeng bertambah, serapan tenaga kerja tinggi, dan otomatis pertumbuhan ekonomi meningkat," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (Bappelitbanda) Sulsel, Setiawan Aswad mengungkapkan, Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) merupakan skala prioritas pemerintah pusat yang ditarget bisa selesai selama lima tahun ke depan."KIBA merupakan kawasan yang maju dari segi infrastruktur dan aktivitas pengolahan nikel. Pemenuhan kriteria itu menjadikannya lebih dulu terakomodasi dalam PSN dibanding lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PM-PTSP Sulsel Asrul Sani menambahkan, geliat pertambangan nikel di KIBA sudah berlangsung progresif. Apalagi, dengan 20 persen material nikel dapat diolah menjadi baterai bisa membuat KIBA sebagai pusat smelter baterai."Tahun lalu ada beberapa investor dari Inggris dan beberapa negara eropa yang melakukan penjajakan terhadap smelter Baterai di Bantaeng," pungkasnya. (Iin Nurfahraeni)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....