Menahan Emosi Jadi Tantangan Utama saat Menjalankan Puasa

  • 16 Mar 2026 18:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menuntut umat Islam menjaga perilaku agar tidak mengurangi nilai ibadah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Muh. Akmal Shafar dalam program Spesial Ramadan Tanya Pak Ustadz di Pro 2 RRI Makassar pada 15 Maret 2026 pukul 16.00 WITA melalui 96.8 FM.

Ia menjelaskan bahwa ada dua hal penting yang perlu diperhatikan ketika menjalankan puasa. Pertama adalah menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum dengan sengaja di siang hari, memasukkan sesuatu ke dalam rongga mulut, muntah dengan sengaja, maupun berhubungan suami istri pada waktu berpuasa.

Namun selain itu, umat Islam juga perlu menghindari perbuatan yang tidak membatalkan puasa secara hukum, tetapi dapat mengurangi nilai pahala puasa. Beberapa di antaranya seperti berbohong, menggunjing, melakukan maksiat, atau melihat hal-hal yang dilarang.

Menurutnya, makna puasa pada dasarnya adalah menahan diri. Karena itu, yang ditahan tidak hanya perkara yang membatalkan puasa, tetapi juga emosi dan amarah yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai menahan emosi justru menjadi salah satu tantangan terbesar saat berpuasa. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memberikan anjuran agar seseorang mengingatkan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa ketika menghadapi situasi yang dapat memancing emosi.

Dengan menyampaikan ungkapan tersebut, seseorang diharapkan dapat menguatkan dirinya untuk tetap menjaga sikap selama berpuasa. Selain itu, ungkapan tersebut juga dapat menjadi pengingat bagi orang lain agar tidak memancing konflik ketika seseorang sedang menjalankan ibadah puasa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....