Anak Binaan LPKA Maros Rasakan Hangatnya Buka Puasa Bersama Keluarga

  • 13 Mar 2026 22:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Suasana hangat terasa berbeda di ruang kunjungan LPKA Kelas II Maros pada malam 22 Ramadan 1447 Hijriah. Di tempat yang biasanya digunakan untuk kunjungan singkat, kali ini anak-anak binaan mendapat kesempatan istimewa.

Mereka duduk berdampingan dengan keluarga, menanti waktu berbuka puasa bersama. Momen ini menjadi sangat berarti, karena biasanya pertemuan antara anak binaan dan keluarga hanya berlangsung dalam waktu terbatas.

Salah seorang anak binaan berinisial CT sangat senang, bisa merasakan momen buka puasa bersama keluarga di dalam lapas ini. "Saya bersyukur, bisa diberi kesempatan di Bulan Nan Penuh Berkah bisa menikmati berbuka bersama keluarga" ucapnya senang sembari berkaca-kaca matanya, Kamis 12 Maret 2026.

Salah satunya Yeyen Fauzia, warga Makassar, yang hadir bersama anaknya yang masih berusia sekitar empat hingga lima tahun untuk bertemu anggota keluarganya yang sedang menjalani pembinaan. Dengan suara haru, ia mengaku kesempatan berbuka puasa bersama ini menjadi momen yang sangat berharga bagi keluarga mereka.

“Perasaannya sangat luar biasa. Kami berterima kasih kepada pimpinan LPKA Maros yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berbuka puasa bersama anak kami. Walaupun hanya sebentar, kami bisa makan bersama di bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Yeyen berharap, selama menjalani pembinaan di dalam lembaga, anggota keluarganya dapat memperbaiki diri dan membangun karakter yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan berbuka puasa bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan yang digelar manajemen LPKA Maros untuk menjaga kedekatan emosional antara anak binaan dengan keluarga mereka.

Kepala LPKA Kelas II A Maros, Heriyanto Syafri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan pada bulan Ramadan sebagai bentuk pendekatan pembinaan yang lebih humanis.

Menurutnya, melalui kegiatan ini anak-anak binaan tetap dapat merasakan kehangatan keluarga, meskipun sedang menjalani proses pembinaan di dalam lembaga.

“Kegiatan ini bagian dari program pembinaan, di mana kami ingin tetap mendekatkan anak binaan dengan keluarga mereka. Kami memberi kesempatan untuk berbuka puasa bersama di ruang kunjungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini biasanya dilaksanakan sekali dalam setahun, khusus pada bulan suci Ramadan, sebagai bentuk perhatian kepada anak binaan dan keluarganya.

Saat ini, jumlah anak binaan yang menjalani pembinaan di LPKA Kelas II A Maros mencapai 84 orang. Dari jumlah tersebut, 50 anak telah diusulkan untuk mendapatkan remisi, terdiri dari 40 anak yang diusulkan menerima pengurangan masa pidana 15 hari, serta 10 anak yang diusulkan mendapat remisi satu bulan.

Heriyanto menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dilakukan oleh lembaga saja. Dukungan keluarga dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar proses pembinaan berjalan maksimal. Menurutnya, hubungan antara anak binaan dan keluarga tidak boleh terputus, karena dukungan emosional dari keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam proses perubahan perilaku anak.

“Pembinaan tidak bisa berjalan sendiri. Peran keluarga dan dukungan berbagai pihak sangat kami harapkan agar tujuan pembinaan anak dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan sederhana seperti berbuka puasa bersama ini, pihak LPKA Kelas II A Maros berharap anak-anak binaan tetap merasakan perhatian dan kasih sayang keluarga, sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Bagi para keluarga, momen ini mungkin hanya berlangsung sesaat. Namun bagi anak-anak binaan, kebersamaan singkat itu menjadi pengingat bahwa di luar sana masih ada keluarga yang menunggu mereka pulang dengan harapan menjadi pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....