Lapas Maros Gandeng Wahdah Islamiyah, Perkuat Dirosa Warga

  • 20 Feb 2026 13:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros : Lapas Kelas IIB Maros menjalin kerja sama pembinaan keagamaan dengan Wahdah Islamiyah sebagai langkah strategis dalam memperkuat proses pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan kesadaran spiritual warga binaan, Kamis, 19 Februari 2026. Program pembinaan yang dilaksanakan tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan rutin, tetapi dirancang secara terarah sebagai bekal kehidupan yang menyentuh aspek mental, moral, dan sosial, sehingga dapat menjadi fondasi bagi warga binaan saat kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.

Kerja sama ini mencerminkan pendekatan pembinaan yang semakin komprehensif, dengan memadukan unsur edukasi, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu kerangka pembinaan berkelanjutan. Melalui ceramah keagamaan, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, serta pendampingan rohani yang sistematis, warga binaan didorong untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki perilaku, dan menumbuhkan harapan baru selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk perubahan perilaku warga binaan. “Pembinaan baca tulis Al-Qur’an bukan sekadar program pembelajaran, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk pribadi yang lebih baik. Kami berharap melalui kerja sama ini, warga binaan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Wahdah

Islamiyah menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan pembinaan secara rutin dan terstruktur melalui program Dirosa. Pendampingan akan dilakukan secara berkesinambungan agar warga binaan tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui perjanjian kerja sama ini, diharapkan pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang nyata bagi proses pemasyarakatan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Lebih dari sekadar program formal, penguatan pembinaan keagamaan ini juga menjadi ruang transformasi batin bagi warga binaan untuk menemukan makna hidup, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kontrol diri yang lebih kuat. Pendekatan spiritual yang konsisten diyakini mampu menumbuhkan ketenangan, meminimalisasi potensi pelanggaran, dan menciptakan lingkungan lapas yang lebih kondusif dan humanis.

Dengan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, proses pemasyarakatan diharapkan tidak hanya membentuk kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melahirkan pribadi yang lebih sadar diri, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk menjalani kehidupan baru secara produktif, bertanggung jawab, dan bermartabat saat kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....