Kapan Idul Fitri 2026? Ini Prediksi Pakar Astronomi
- 10 Mar 2026 08:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Akademi Astronomi, Ilmu Ruang Angkasa, dan Teknologi Sharjah memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Perhitungan astronomi ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari penuh. Berdasarkan data tersebut, umat Muslim di Uni Emirat Arab (UEA) kemungkinan besar akan memulai perayaan Lebaran pada akhir pekan tersebut.
Mengutip laporan Gulf News, para ahli astronomi menjelaskan bahwa siklus bulan Ramadan tahun ini akan genap satu bulan. Hal ini didasarkan pada posisi hilal yang menjadi acuan utama dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah. Sebagai informasi, Uni Emirat Arab memulai awal Ramadan pada 18 Februari 2026, yang secara kebetulan bertepatan dengan jadwal yang ditetapkan warga Muhammadiyah di Indonesia.
Para astronom memaparkan bahwa pada Rabu, 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari ke-29 Ramadan, posisi bulan sabit diprediksi tidak akan terlihat. Kondisi ini terjadi karena bulan dilaporkan akan terbenam lebih awal sebelum matahari terbenam di ufuk barat. Akibatnya, pemantauan hilal pada malam tersebut diperkirakan tidak akan membuahkan hasil untuk menetapkan awal Syawal pada keesokan harinya.
Berdasarkan analisis teknis tersebut, masyarakat di wilayah Uni Emirat Arab masih akan menjalankan ibadah puasa pada Kamis, 19 Maret 2026. Hari Kamis tersebut diprediksi menjadi hari terakhir atau penyempurna bulan Ramadan sebelum memasuki bulan Syawal. Penentuan ini mengacu pada metode istikmal atau penggenapan jumlah hari dalam satu bulan qamariyah menjadi 30 hari.
Meski perhitungan astronomi sudah tersedia, para ahli menggambarkan bahwa kondisi pengamatan bulan secara langsung di UEA saat ini kurang menguntungkan. Faktor atmosfer dan posisi benda langit dinilai akan membuat penampakan bulan sabit sangat sulit untuk dideteksi. Bahkan, penggunaan alat bantu seperti teleskop canggih sekalipun diprediksi akan menemui kendala dalam verifikasi fisik hilal di cakrawala.
Kondisi teknis ini berpotensi memicu perbedaan waktu perayaan Idul Fitri di sejumlah negara yang memegang teguh metode rukyat atau pengamatan fisik. Beberapa negara yang mengandalkan pengamatan lokal kemungkinan besar akan menandai awal Syawal pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Hal tersebut sangat bergantung pada terlihat atau tidaknya hilal di wilayah masing-masing pada malam pengamatan.
Terlepas dari perbedaan metode yang digunakan, pengumuman ini menjadi acuan penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan rencana mudik dan perayaan Lebaran. Pemerintah di masing-masing negara biasanya akan melakukan sidang isbat untuk menetapkan keputusan resmi mengenai hari kemenangan. Idul Fitri tetap menjadi momentum persatuan bagi umat Muslim dunia meskipun terdapat potensi perbedaan tanggal pelaksanaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....