Sejarah Nuzulul Qur’an: Peristiwa Turunnya Al-Qur’an
- 06 Mar 2026 13:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi salah satu momen bersejarah yang diperingati umat Islam setiap bulan Ramadan sebagai pengingat awal diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Melansir dari laman resmi UIN Walisongo Semarang, secara etimologi, kata “nuzul” berasal dari bahasa Arab “nazala” (نزل) yang berarti “turun”. Sedangkan “Al-Qur’an” berasal dari kata “qara’a” (قرأ) yang berarti “membaca” atau “bacaan”. Dengan demikian, “Nuzulul Qur’an” berarti “turunnya bacaan suci” atau lebih tepatnya, turunnya wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira yang berada di Jabal Nur, dekat Kota Makkah. Pada saat itu, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama berupa ayat-ayat awal dari Surah Al-‘Alaq.
| Baca juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan |
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca, yaitu ayat “Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq” yang berarti “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” Ayat ini menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an yang kemudian disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an memiliki beberapa tahapan. Al-Qur’an diyakini pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia, kemudian diturunkan secara berangsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sesuai dengan situasi dan kebutuhan umat pada masa itu.
| Baca juga: Maksimalkan Ibadah di Bulan Suci Ramadan |
Terdapat pula pendapat yang menyebutkan bahwa awal turunnya Al-Qur’an berkaitan dengan malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh kemuliaan di bulan Ramadan. Hal ini merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 1 yang artinya "sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar."
Peringatan Nuzulul Qur’an di bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus, kajian Al-Qur’an, hingga ceramah keislaman kerap dilakukan untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab suci tersebut.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Al-Qur’an dapat terus menjadi pedoman hidup bagi umat Islam di berbagai zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....