Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan
- 26 Feb 2026 12:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bulan suci Ramadhan selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu fase penting dalam Ramadhan adalah 10 hari pertama yang dikenal sebagai waktu turunnya rahmat Allah SWT. Pada fase ini, umat Muslim diajak untuk memulai ibadah dengan penuh semangat, memperbaiki niat, serta memperbanyak amal kebaikan sebagai fondasi menjalani Ramadhan secara maksimal.
Dalam obrolan Muddani Spesial Ramadhan, pada hari Rabu 25 Februari 2026, di Pro 4 RRI Makassar, Muhammad Syafei Karsali, S.Sos, dari Ikatan Dai Muda Indonesia, menjelaskan bahwa 10 hari pertama Ramadhan merupakan pintu awal meraih keberkahan. “Rasulullah SAW menyebut sepuluh hari pertama Ramadhan sebagai fase rahmat. Ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang bersih dan penuh harap,” ujarnya.
| Baca juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa |
Menurutnya, rahmat Allah pada fase ini mencakup ampunan awal, ketenangan batin, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah. Banyak orang yang merasakan perubahan spiritual di awal Ramadhan, seperti meningkatnya semangat shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak. Semua itu merupakan bentuk kasih sayang Allah yang patut disyukuri.
Syafei menambahkan, salah satu amalan utama yang dianjurkan pada 10 hari pertama Ramadhan adalah memperbaiki niat dan konsistensi ibadah. “Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Jika fondasinya kuat di awal, insyaAllah hari-hari selanjutnya akan lebih ringan,” katanya.
| Baca juga: Forum Ramadan RRI Angkat Makna Sujud |
Selain ibadah mahdhah, seperti puasa dan shalat sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan membantu sesama. Menurut Syafei, semangat berbagi di awal Ramadhan merupakan wujud nyata dari rahmat Allah yang mengalir melalui tangan-tangan hamba-Nya. Hal ini sekaligus memperkuat ukhuwah dan rasa empati di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan 10 hari pertama Ramadhan hanya dengan rutinitas tanpa makna. “Sering kali semangat Ramadhan hanya kuat di awal, tetapi tidak diiringi kesadaran spiritual. Padahal, justru di fase rahmat inilah kita menata hati dan kebiasaan baik,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Syafei berharap umat Islam dapat menjadikan 10 hari pertama Ramadhan sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa. Dengan memaksimalkan rahmat Allah di awal Ramadhan, diharapkan setiap Muslim mampu menjalani sisa bulan suci dengan penuh kesungguhan hingga meraih ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....