Puasa: Rahasia Kesehatan dan Penyucian Jiwa

  • 05 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ustad Dr. H. Nur Taufik Sanusi Baco dalam ceramah tarwihnya di Mesjid Raya Makassar dan juga live Bersama Pro 4 RRI Makassar, Rabu, 4 Maret 2026 menegaskan, Ibadah puasa seringkali disalahpahami sebagai beban yang menyulitkan fisik, namun di balik perintah tersebut tersimpan rahasia kesehatan yang luar biasa bagi manusia. "Puasa itu bukan untuk menyiksa diri, melainkan sebuah metode detoksifikasi alami yang telah diatur oleh Allah SWT untuk menjaga kebugaran hamba-Nya," ungkap anak dari Almarhum Anre Gurutta Sanusi Baco ini.

Taufik memaparkan bahwa selama sebelas bulan, organ tubuh manusia bekerja tanpa henti mengolah berbagai jenis makanan yang masuk, sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, menurutnya puasa di bulan Ramadan menjadi momentum bagi sistem pencernaan untuk melakukan pemulihan secara menyeluruh.

"Ibarat mesin yang bekerja terus-menerus, tubuh kita memerlukan waktu istirahat agar organ-organ di dalamnya bisa beregenerasi dan kembali berfungsi dengan optimal," jelas Ustad Nur Taufik.

Lebih lanjut, putra ulama kharismatik AGH Sanusi Baco ini menekankan bahwa puasa adalah ibadah yang paling menonjolkan nilai kejujuran antara seorang makhluk dengan Sang Pencipta. "Puasa adalah ibadah rahasia yang melatih integritas kita, karena hanya Allah dan diri kita yang tahu apakah kita benar-benar menahan diri atau justru makan secara sembunyi-sembunyi," tambahnya.

Ustad Nur Taufik juga menjelaskan bahwa dengan berpuasa, seseorang diajak untuk mengendalikan nafsu yang seringkali menjadi sumber penyakit, baik penyakit fisik maupun penyakit hati. Pengendalian diri ini merupakan kunci utama dalam meraih derajat ketakwaan yang dijanjikan. "Esensi dari puasa adalah kemampuan kita untuk berkata 'tidak' pada keinginan sesaat demi mencapai tujuan yang lebih mulia di sisi Allah SWT," jelas dia.

Ia mengingatkan bahwa kualitas puasa seseorang tidak hanya ditentukan oleh sahnya menahan lapar, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lisan dan perbuatan. Ia Kembali menerangkan bahwa, puasa yang sempurna adalah yang mampu mengubah perilaku seseorang menjadi lebih santun dan bermanfaat bagi lingkungan.

Sebagai penutup, Ustad Nur Taufik mengajak seluruh umat untuk menyambut sisa hari di bulan Ramadan dengan penuh semangat dan rasa syukur. "Marilah kita maksimalkan ibadah ini dengan penuh keikhlasan, agar setelah Ramadan berlalu, kita keluar sebagai pemenang yang lebih sehat dan lebih bertakwa," pungkas Nur Taufik menutup ceramahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....