Filosofi Imam Ghazali Tentang Perjalanan Hidup Manusia
- 03 Mar 2026 19:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perjalanan hidup dimulai dari alam roh, alam kandungan, alam dunia, alam kubur, hingga alam akhirat. Dalam kehidupan terdapat beberapa golongan orang-orang yang menyikapi Al.Quran sebagai pedoman hidup.
Dalam program Cahaya Ramadan RRI 1447 H, Awaluddin Umar Ladoangin memaparkan filosofi Imam Ghazali mengenai kehidupan. Imam Ghazali mengibaratkan manusia sebagai penumpang kapal yang sedang mengarungi lautan luas menuju sebuah pulau raksasa bernama Akhirat.
Dikisahkan, di tengah perjalanan, kapal bersandar sejenak di pulau kecil bernama Dunia untuk mengambil perbekalan. Nakhoda kapal telah mengingatkan agar penumpang segera kembali dan tidak membawa beban berlebihan karena kapasitas kapal yang terbatas.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam filosofi tersebut, para penumpang terbagi menjadi tiga golongan.
Golongan Pertama, yang terbuai oleh keindahan pulau dunia dan memutuskan untuk menetap dan melupakan tujuan utama perjalanan mereka. Sementara itu, Golongan Kedua menyadari sedang dalam perjalanan namun terlalu banyak mengambil barang di pulau dunia. Akibatnya, mereka harus bersusah payah dan berdesak-desakan di atas kapal karena beban bawaan yang berlebih.
“Selain itu, Golongan Ketiga digambarkantidak tertarik berlama-lama di dunia. Mereka fokus mengumpulkan amal ibadah sebagai bekal utama demi perjalanan panjang menuju akhirat. Perumpamaan ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Fatir (35) ayat 32, yang menjelaskan tiga klasifikasi manusia dalam menyikapi petunjuk-Nya” jelas Awaluddin.
| Baca juga: Forum Ramadan RRI Angkat Makna Sujud |
Bulan suci Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk pedoman hidup bagi umat manusia. Terdapat orang-orang yang menikapinya dengan menzalimi diri sendiri dengan hidup jauh dari petunjuk-petunjuk Al-Quran.
Golongan lainnya, orang-orang yang termasuk dalam golongan pertengahan. Sebagian mereka menjalankan perintah Al-Quran tetapi sebagian mereka jauh dari perintah Al-Quran.
“Terakhir, terdapat orang-orang yang segera melakukan kebaikan atas izin Allah. Golongan ini segera melakukan kebaikan atas izin Allah Swt. Karena mereka mengingat benar bahwa kehidupan dunia sementara sedangkan kita menuju kepada kehidupan akhirat yang jauh lebih besar, lebih bahagia, kenikmatan yang sesungguhnya ada di sana. Sesungguhnya akhirat itu lebih baik daripada permulaan yaitu dunia” tutup Awaluddin
| Baca juga: Manfaat Tadarrus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan |
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....