Gerhana Total Hiasi Langit Makassar pada 14 Ramadhan

  • 02 Mar 2026 22:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Warga Sulawesi Selatan berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi langka berupa Gerhana Bulan Total yang terjadi bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa alam ini diprediksi terlihat jelas saat azan magrib hingga malam hari, menghadirkan pemandangan bulan kemerahan yang jarang muncul dan menjadi momen reflektif di bulan suci.

Pengamatan dan siaran langsung gerhana akan difasilitasi oleh Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Observatorium Unismuh Makassar, yang dikenal sebagai satu-satunya observatorium aktif di Sulawesi Selatan. Tim astronomi kampus menyiapkan teleskop beresolusi tinggi serta perangkat siaran daring agar masyarakat tetap dapat mengikuti proses gerhana dari rumah masing-masing.

Pengelola observatorium menjelaskan, siaran langsung akan menampilkan seluruh tahapan gerhana secara detail, mulai saat bayangan Bumi perlahan menutupi permukaan bulan purnama hingga fase total ketika bulan berubah warna menjadi merah tembaga atau yang kerap disebut blood moon. Visual tersebut diharapkan memberi pengalaman edukatif sekaligus spiritual bagi masyarakat.

“Fenomena ini jarang terjadi bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Kami ingin menghadirkan tayangan yang jelas dan mudah diakses, sehingga warga tetap bisa menikmati sekaligus memahami proses ilmiahnya,” ujar Hisbullah Salam selaku pengelola observatorium,Minggu, 1 Maret 2026. Ia menambahkan, tim teknis telah melakukan uji coba perangkat sejak beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan astronomi, gerhana sebagian dimulai pukul 17.50 WITA, kemudian memasuki fase total pada 19.04 WITA. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pukul 19.33 WITA, sebelum berakhir total pada 20.02 WITA dan sepenuhnya selesai pada 21.17 WITA. Rentang waktu tersebut sekaligus menjadi momen pelaksanaan Salat Gerhana Bulan atau Khusuf bagi umat Muslim.

Selain siaran daring, kampus juga membuka area masjid untuk jamaah yang ingin mengikuti rangkaian ibadah bersama. Kegiatan diawali dengan Salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan Salat Khusuf, kemudian pengamatan langsung menggunakan teleskop di halaman masjid. Layar besar turut disiapkan agar jamaah dapat memantau proses gerhana secara real time selama ibadah berlangsung.

Menurut panitia, pengalaman berbuka puasa sembari menyaksikan gerhana diharapkan menjadi momentum refleksi spiritual. Warga dapat menikmati takjil, mendengar azan magrib, lalu melihat perubahan warna bulan secara perlahan di langit timur. Kombinasi ibadah dan sains ini dinilai memperkuat rasa syukur sekaligus meningkatkan literasi astronomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pihak kampus berharap fenomena alam ini tidak hanya dipandang sebagai tontonan, melainkan juga sarana edukasi publik tentang kebesaran ciptaan Tuhan dan pentingnya ilmu pengetahuan. Tautan siaran langsung akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi observatorium agar dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....