Forum Ramadhan RRI: Tiga Golongan yang Menyikapi Al-Qur'an
- 23 Feb 2026 13:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Masjid Al-Muawanah RRI Makassar kembali menggelar kegiatan Forum Ramadhan yang disiarkan secara langsung melalui Frekuensi FM 94.5 Mhz Pro 1 RRI Makassar dan FM 92.5 Mhz Pro 4 RRI Makassar. Menghadirkan penceramah Drs. Awaluddin Umar, MA, diskusi kali ini membawa pesan mendalam mengenai perjalanan spiritual manusia dari alam kubur menuju akhirat.
Dalam ceramahnya, Ustaz Awaluddin mengutip perumpamaan tersohor dari Imam Ghazali tentang kehidupan dunia. Beliau mengibaratkan manusia sebagai penumpang kapal yang sedang berlayar di lautan luas dan dalam, penuh dengan ombak dan gelombang, Di tengah perjalanan, kapal bersandar di sebuah pulau kecil (dunia) untuk memberi kesempatan penumpang mengambil bekal.
Para penumpang terbagi menjadi tiga golongan dalam menyikapi pulau tersebut, Golongan Pertama, Mereka yang terbuai keindahan pulau dan memutuskan untuk menetap selamanya, melupakan perjalanan utama. Golongan Kedua Mereka yang sadar harus kembali ke kapal, namun serakah mengambil terlalu banyak barang bawaan hingga akhirnya tersiksa dan berdesak-desakan dengan barangnya sendiri di atas kapal. Dan golongan Ketiga Mereka yang bijak, mengambil bekal seperlunya dan segera kembali ke kapal tepat waktu agar perjalanan menuju tujuan akhir tetap nyaman.
Ustad Awaluddin menghubungkan filosofi Imam Ghazali tersebut dengan Al-Qur'an Surah Fatir ayat 32. Beliau menyebutkan bahwa Golongan pertama adalah mereka yang menzalimi diri sendiri, yakni orang-orang yang masih lalai atau melakukan pelanggaran terhadap ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an. Meski tetap beriman, mereka belum sepenuhnya menjalankan perintah Allah secara optimal.
| Baca juga: Menggapai Pengampunan dan Kasih Sayang Allah |
“ Golongan kedua adalah golongan pertengahan (muqtashid), yaitu mereka yang menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan, namun belum sampai pada tingkat keutamaan dalam amal ibadah sunnah maupun pengorbanan yang lebih besar. Sementara golongan ketiga adalah mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan (sabiq bil khairat), yakni orang-orang yang berlomba dalam kebaikan, menjalankan perintah Allah dengan penuh kesungguhan, dan senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya," Ungkap Ustad Awaluddin.
Para ulama menekankan bahwa ketiga golongan ini tetap termasuk dalam umat pilihan yang menerima warisan Kitab Suci. Hal ini menunjukkan luasnya rahmat dan karunia Allah SWT. Frasa penutup ayat, “Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar,” menegaskan bahwa menjadi bagian dari umat pewaris Al-Qur’an sendiri sudah merupakan nikmat luar biasa.
Dalam konteks kehidupan modern, ayat ini dinilai relevan sebagai refleksi diri bagi umat Islam. Warisan Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman hidup. Dengan demikian, QS. Fathir ayat 32 menjadi pengingat bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap Al-Qur’an, sekaligus peluang untuk menjadi bagian dari golongan yang berlomba dalam kebaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....