Unismuh Makassar Mulai Puasa Sesuai KHGT

  • 18 Feb 2026 22:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026, sesuai ketetapan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Penegasan ini disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan pemantauan rukyatul hilal yang difasilitasi kampus sebagai bentuk kerja sama kelembagaan dan sikap toleransi terhadap perbedaan metode penetapan awal Ramadan.

Pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 H berlangsung di Observatorium Unismuh, lantai 18 Menara Iqra, Selasa (17/2/2026), melibatkan unsur Kementerian Agama Republik Indonesia, BMKG, Badan Hisab Rukyat, MUI, Pengadilan Agama, akademisi, serta insan pers. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengumpulan data astronomis yang akan dibahas dalam Sidang Isbat pemerintah di Jakarta pada malam harinya.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan di Makassar, posisi hilal masih berada di bawah ufuk. Tinggi hilal tercatat minus 1 derajat atau sekitar minus 1 derajat 5 menit, sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

“Wujud hilal masih dalam posisi negatif. Dengan kondisi ini, hampir mustahil untuk dirukyat dari wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya di lokasi pengamatan. Ia menambahkan, pemerintah menggunakan kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Ali juga mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam metode penetapan awal Ramadan. Seluruh laporan hasil rukyat dari berbagai daerah, katanya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa secara nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Mawardi Pewangi, menegaskan keterlibatan kampus dalam rukyat hanya bersifat fasilitatif dengan menyediakan tempat dan perangkat observasi. Ia memastikan sikap organisasi tetap berpedoman pada KHGT yang telah menetapkan awal puasa pada 18 Februari 2026. “Muhammadiyah sudah menetapkan puasa Ramadan berdasarkan KHGT. Kegiatan rukyat hari ini kami terima sebagai silaturahmi dan kolaborasi ilmiah,” ujarnya.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Abbas Baco Miro, menambahkan perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan wilayah ijtihad dalam fikih. Menurutnya, Muhammadiyah menggunakan pendekatan global, sehingga jika di suatu wilayah di dunia hilal telah memenuhi kriteria visibilitas, maka dapat menjadi dasar penetapan bagi wilayah lain. Dengan pendekatan ilmiah dan argumentasi syar’i tersebut, Unismuh berharap perbedaan metode tetap disikapi dengan toleransi dan semangat persatuan umat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....