Ustad Nur Taufik: Puasa Sarana Penyucian Jiwa Muslim

  • 05 Mar 2026 14:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah sarana penyucian jiwa yang mendalam bagi setiap Muslim, hal ini disampaikan oleh akademisi sekaligus pendakwah, Ustad Dr. H. Nur Taufik Sanusi Baco pada acara tarwih live Bersama RRI Pro 4 Makassar Rabu, (4 Maret 2026) kemarin. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari puasa adalah transformasi karakter menjadi pribadi yang bertakwa.

"Puasa itu adalah perjalanan spiritual yang sangat personal, di mana kita dilatih untuk meninggalkan syahwat demi mendekatkan diri kepada Sang Khalik," ungkap beliau dalam ceramahnya.

Anak dari almarhum Anre Gurutta Sanusi Baco ini menjelaskan bahwa, esensi puasa terletak pada kejujuran seorang hamba kepada Tuhannya, berbeda dengan ibadah lain yang nampak secara fisik. "Ibadah puasa ini memiliki keunikan karena ia adalah ibadah yang paling jauh dari sifat riya, sebab tidak ada yang benar-benar tahu seseorang itu berpuasa kecuali Allah," jelas Ustad Nur Taufik.

Dalam ceramahnya, pendakwah asal Makassar ini menyinggung bahwa puasa berfungsi sebagai perisai dari godaan hawa nafsu yang seringkali menjerumuskan manusia. "Ketika kita mampu menahan hal-hal yang sebenarnya halal saat tidak berpuasa, maka secara otomatis mental kita terlatih untuk lebih mudah menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan puasa tidak diukur dari seberapa kuat seseorang menahan lapar, melainkan dari perubahan perilaku setelah bulan puasa berakhir. Ditambahkan, puasa dianggap sebagai madrasah atau sekolah kehidupan yang membekali manusia menghadapi sebelas bulan berikutnya.

"Output dari puasa yang sukses adalah lahirnya individu yang memiliki kendali diri tinggi dan akhlak yang jauh lebih mulia dari sebelumnya," tambahnya.

Ustad Nur Taufik mengajak umat Islam untuk menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan keceriaan, bukan sebagai beban yang memberatkan. Ia menekankan bahwa setiap detik dalam keadaan puasa mengandung keberkahan yang tak terhingga.

"Mari kita jadikan setiap hari di bulan puasa ini sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia," pungkas putra almarhum Anre Gurutta Sanusi Baco.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....