Airbus A400M Atlas Andalan Baru TNI AU untuk Mengangkut Pasukan dan Logistik

  • 05 Okt 2026 10:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pesawat angkut militer menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga pertahanan negara, terutama untuk mengirim pasukan, kendaraan, logistik, dan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang sulit dijangkau. Indonesia memilih Airbus A400M Atlas sebagai bagian dari penguatan kemampuan angkut udara TNI Angkatan Udara (TNI AU), karena pesawat ini mampu menggabungkan daya angkut besar, jangkauan antarbenua, dan kemampuan beroperasi dari landasan yang relatif terbatas.

Airbus A400M merupakan pesawat angkut militer bermesin empat turboprop yang dirancang untuk menjalankan misi taktis dan strategis. Pesawat ini berada di antara pesawat angkut sedang seperti C-130 Hercules dan pesawat angkut berat seperti C-17 Globemaster III, sehingga dapat membawa muatan besar tanpa harus selalu mengandalkan pesawat angkut strategis berukuran lebih besar.

Airbus A400M adalah produk unggulan militer pabrikan Airbus, melansir airbus.com pesawat angkut ini memiliki panjang sekitar 45,1 meter, bentang sayap 42,4 meter, dan tinggi 14,7 meter, dengan empat mesin turboprop Europrop TP400-D6 yang menggerakkan baling-baling delapan bilah. Pesawat ini memiliki kapasitas muatan maksimum 37 ton, kecepatan maksimum sekitar Mach 0,72, serta kemampuan terbang pada ketinggian hingga 40.000 kaki, sementara jangkauan terbangnya bergantung pada berat muatan dan kondisi misi.

A400M tidak memiliki banyak varian produksi utama seperti keluarga pesawat tempur, tetapi menggunakan satu desain dasar yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan operasional. Konfigurasi tersebut mencakup angkutan pasukan dan kargo, penerjunan pasukan payung, evakuasi medis atau MEDEVAC, pengisian bahan bakar di udara, serta pengiriman bantuan kemanusiaan, Airbus juga mengembangkan perangkat pemadam kebakaran modular yang memungkinkan pesawat menjatuhkan hingga 20.000 liter air atau cairan pemadam dalam satu lintasan.

Kemampuan yang menjadi penting bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau, wilayah terpencil, dan sejumlah daerah rawan bencana, karena A400M dapat membawa kendaraan, helikopter, peralatan berat, serta logistik dalam jumlah besar melansir kemhan.go.id terkait keputusan memilih Airbus A400. Pesawat ini juga dirancang untuk beroperasi dari landasan pendek dan tidak beraspal yang memenuhi persyaratan operasional, sehingga mendukung mobilitas pasukan, distribusi bantuan, dan pengisian bahan bakar pesawat lain ketika konfigurasi serta perlengkapan misinya tersedia.

Di lingkungan TNI AU, A400M melengkapi pesawat angkut yang sudah beroperasi, seperti C-130 Hercules, C-130J Super Hercules, CN-295, dan CN-235, yang memiliki kapasitas serta fungsi berbeda. Melansir lockheedmartin.com selaku produsen Super hercules, Pesawat angkut C-130J memiliki muatan maksimum sekitar 20 ton, sedangkan Airbus CN-295 mampu membawa hingga sembilan ton, sehingga A400M menawarkan kapasitas lebih besar untuk mengangkut peralatan berat atau menggabungkan beberapa jenis muatan dalam satu penerbangan; pesawat yang lebih kecil tetap berguna untuk distribusi logistik dengan kebutuhan muatan lebih rendah.

Dalam perbandingan regional, Malaysia menjadi pembanding paling langsung karena Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah mengoperasikan Airbus A400M bersama C-130H dan CN-235 untuk mendukung angkutan militer serta bantuan kemanusiaan. Singapura mengandalkan armada C-130 untuk angkutan udara dan dukungan operasi, sedangkan perbedaan kapasitas antarpesawat membuat A400M lebih sesuai untuk muatan besar, sementara pesawat angkut sedang tetap efektif untuk misi rutin dan pengiriman ke lokasi dengan kebutuhan logistik terbatas.

Sumber :

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....