BNPB Kebut Bantuan Korban Gempa NTT, Total 1.954 Ton Logistik Sudah Dikirim

  • 31 Agt 2026 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • BNPB mengatakan, total bantuan logistis yang telah disalurkan untuk warga terdampak gempa NTT mencapai 1.954 ton. Bantuan tersebut, didistribusikan sejak gempa terjadi pada 15-30 Agustus 2026.
  • Logistik yang dikirimkan berasal dari sejumlah sumber, termasuk donasi dan Dana Siap Pakai (DSP). 565 ton bantuan berasal dari donasi, sementara 1.065 ton lainnya berasal dari DSP, disalurkan ke pos Maumere maupun Labuan Bajo

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). BNPB terus mendistribusikan, logistik melalui jalur udara, darat, dan laut untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.

BNPB mengatakan, total bantuan logistis yang telah disalurkan untuk warga terdampak gempa NTT mencapai 1.954 ton. Bantuan tersebut, didistribusikan sejak gempa terjadi pada 15-30 Agustus 2026.

"Logistik yang dikirimkan berasal dari sejumlah sumber, termasuk donasi dan Dana Siap Pakai (DSP). 565 ton bantuan berasal dari donasi, sementara 1.065 ton lainnya berasal dari DSP, disalurkan ke pos Maumere maupun Labuan Bajo," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Minggu, 30 Agustus 2026.

Selain bantuan yang telah disalurkan, kata Berton, BNPB masih menerima tambahan logistik untuk masyarakat terdampak gempa NTT. Hingga 30 Agustus 2026, tercatat 6,5 ton bantuan baru telah masuk dan selanjutnya dikirim secara bertahap ke wilayah terdampak.

Dalam mempercepat pengiriman pada 30 Agustus 2026, BNPB mengangkut, 21 ton bantuan menggunakan pesawat TNI AU. Yakni, pesawat Airbus A400 menuju Labuan Bajo.

"Hari ini kami sudah mengeluarkan sebanyak 21 ton. Kami memastikan bahwa seluruh kebutuhan para pengungsi atau penyintas dari gempa bumi ini akan terlayani dengan baik," ucap Berton.

Selain dikirim melalui jalur udara, ia menjelaskan, logistik juga telah tiba di Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere. Dari kedua titik tersebut, BNPB bersama unsur terkait kemudian meneruskan distribusi bantuan menuju kabupaten hingga desa-desa yang terdampak gempa.

"Adapun isi dari muatan dari Airbus ini adalah paket sembako, kebutuhan-kebutuhan masyarakat, obat-obatan, mi instan, air mineral, beras. Dan juga peralatan non makan seperti kebutuhan bayi dan wanita dewasa," kata Berton.

Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur darat dan laut, untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani secara langsung melalui transportasi udara. BNPB saat ini, mengirimkan 145 ton bantuan dari Jakarta menuju Surabaya melalui jalur darat sebelum dilanjutkan menggunakan transportasi laut.

Selain itu, sebanyak 179 ton logistik lainnya juga tengah dikirim menggunakan kapal laut. Skema distribusi melalui beberapa jalur tersebut, dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....