Mengenal Kapal Selam Indonesia, dari Generasi Cakra hingga Scorpène

  • 01 Okt 2026 16:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kapal selam menjadi salah satu unsur penting dalam kekuatan bawah laut TNI Angkatan Laut karena mampu melakukan operasi secara senyap, pengintaian, serta menghadapi ancaman di bawah permukaan laut. Kekuatan kapal selam TNI AL mencakup KRI Cakra-401 dari kelas Cakra dan tiga kapal selam kelas Nagapasa, yaitu KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, serta KRI Alugoro-405 yang masih tercatat dalam jajaran Satuan Kapal Selam Koarmada II.

Sejarah kapal selam modern TNI AL berawal dari dua kapal selam Type 209/1300 buatan Howaldtswerke-Deutsche Werft, Jerman, yang masing – masing diberi nama KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402 yang berasal dari nama masing – masing merupakan senjata sakti pewayangan melansir Buku Wayang dan Gamelan 400.tnial.mil.id, yang mulai memperkuat armada pada 1981. KRI Nanggala-402 kemudian hilang dan tenggelam di Laut Bali pada April 2021, sedangkan KRI Cakra-401 tetap dipertahankan dan menjalani perawatan serta peremajaan untuk memperpanjang masa pengabdiannya.

KRI Cakra-401 memiliki panjang sekitar 59,5 meter, bobot selam sekitar 1.395 ton, lebar sekitar 6,3 meter, serta menggunakan sistem penggerak diesel elektrik dengan satu poros yang menghasilkan sekitar 4.600 shp. Kapal ini mampu mencapai sekitar 21,5 knot di bawah air, membawa 34 personel, dan dilengkapi delapan tabung torpedo, sementara modernisasi dan pemeliharaan di dalam negeri dilakukan untuk menjaga kemampuan operasional kapal yang telah berusia lebih dari empat dekade.

Generasi berikutnya hadir melalui program kerja sama Indonesia dan Korea Selatan yang menghasilkan kelas Nagapasa berbasis desain Type 209/1400, yaitu KRI Nagapasa-403 pada 2017, KRI Ardadedali-404 pada 2018, dan KRI Alugoro-405 pada 2021. Dua kapal pertama dibangun di Korea Selatan, sedangkan KRI Alugoro-405 melansir pal.co.id dibangun di PT PAL Indonesia melalui skema alih teknologi, sehingga program tersebut sekaligus meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam membangun kapal selam.

Kelas Nagapasa memiliki sejumlah perangkat yang lebih modern dibandingkan kapal selam generasi Cakra, termasuk Inertial Navigation System yang memungkinkan navigasi bawah laut tanpa bergantung pada sinyal GPS, Optronic Mast System dengan kemampuan inframerah dan laser range finder, serta sistem sensor, senjata, dan kendali yang lebih terintegrasi. KRI Alugoro-405 juga memiliki panjang sekitar 61,3 meter, kecepatan bawah air sekitar 21 knot, kemampuan beroperasi lebih dari 50 hari, serta kemampuan membawa lebih dari 40 awak.

Kemampuan persenjataan kapal selam TNI AL juga terus dikembangkan melalui penggunaan torpedo modern, termasuk Black Shark yang digunakan dalam latihan penembakan TNI AL, sementara KRI Alugoro-405 tercatat mengikuti kegiatan latihan dan pengujian senjata bawah laut. TNI AL juga mengoperasikan Sistem Pusat Komando dan Pengendalian Koopskasel yang terintegrasi dengan Submarine Awareness and Command Intelligence System atau SACIS untuk meningkatkan pemantauan dan pengendalian operasi bawah laut.

Modernisasi kekuatan bawah laut TNI AL kini memasuki tahap baru menurut melalui program dua kapal selam Scorpène Evolved yang akan dibangun di PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Naval Group Prancis. Pembangunan kapal pertama resmi dimulai melalui first steel cutting pada 7 Agustus 2026, sedangkan kapal pertama direncanakan diserahkan pada 2032 dan kapal kedua pada 2033, dengan program alih teknologi mencakup pekerjaan lambung, sistem mekanik dan mesin, kelistrikan, integrasi sistem, serta perakitan sistem persenjataan.

Scorpène Evolved dirancang menggunakan teknologi baterai lithium-ion, sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan nonakustik terintegrasi, serta sonar dengan pemrosesan sinyal yang lebih maju, dengan endurance misi hingga sekitar 80 hari. Program tersebut belum menambah kapal selam yang aktif bertugas pada 2026 karena unit pertama masih dalam tahap pembangunan, sehingga kekuatan operasional TNI AL saat ini tetap bertumpu pada KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405.

SUMBER :

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....