Pangdam XIV/Hasanuddin Tegaskan Perang Melawan Mafia Werfing
- 25 Agt 2026 10:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Panitia seleksi penerimaan Bintara Pendidikan Kejuruan (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2026 Sub Panitia Pusat Kodam XIV/Hasanuddin sedang menyeleksi calon Bintara TNI Angkatan Darat. Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Sidang Pemilihan Tingkat Pusat penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 Sub Panpus Kodam XIV/Hasanuddin yang diikuti 428 calon.
Sidang Pemilihan Tingkat Pusat penerimaan Bintara PK TNI AD tersebut melibatkan panitia daerah serta tim dari pusat yang terdiri atas Staf Personalia Angkatan Darat (Spersad), Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad), Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad), Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad), dan Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad), bertempat di Aula Soedirman Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Poros Malino, Pakatto, Kabupaten Gowa, Senin 24 Agustus 2026.
Sidang pemilihan tingkat pusat Bintara PK TNI Angkatan Darat merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan prajurit TNI AD, dengan melakukan pemeriksaan dan penilaian secara menyeluruh terhadap para calon berdasarkan hasil seluruh rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan. Aspek yang menjadi bahan pertimbangan meliputi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, serta aspek lainnya sesuai ketentuan penerimaan prajurit TNI AD.
"Keterlibatan unsur panitia daerah dan tim dari pusat bertujuan untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI AD," Sebut Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Setiap hasil penilaian menjadi dasar dalam menentukan calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan militer, dengan tetap memperhatikan alokasi yang telah ditetapkan,"Tambahnya.
Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Pangdam mengingatkan para calon maupun seluruh pihak yang terlibat agar tidak memberikan ruang bagi praktik percaloan dan mafia werfing.
"Setiap pihak yang bersepakat untuk menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu dinilai telah menjadi bagian dari praktik mafia werfing," tegasnya.
Dengan kewenangan yang dimilikinya, Pangdam berkomitmen untuk terus memerangi praktik tersebut serta mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga proses seleksi agar tetap bersih, objektif, dan berintegritas. “Tetapi ingat, saya tidak bisa berbuat seorang diri karena kalian bergerak dalam lorong-lorong senyap, lorong-lorong gelap yang kami tidak tahu,"Ucapnya.
Ayo bantu saya, Panglima mu, untuk bersama-sama kita berjuang melawan mafia werfing ini, agar seleksi di TNI AD, khususnya di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin, bersih dari praktik-praktik korup dan praktik-praktik mafia,” kata Pangdam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....