Bupati Jeneponto Kunjungi BNPB RI sebagai Upaya Antisipasi Kekeringan
- 04 Agt 2026 19:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Salah satu upaya dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir, mengunjungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026. Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan penanganan potensi kekeringan di daerah.
Dalam pertemuan itu, Bupati Paris Yasir bertemu langsung dengan Kepala BNPB. Pertemuan membahas kebutuhan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan. Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga mengajukan dukungan berupa bantuan sarana dan prasarana.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Paris Yasir mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama pemerintah daerah selama musim kemarau.
Menurutnya, sebagian wilayah di Jeneponto hampir setiap tahun mengalami kekurangan pasokan air. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dinilai sangat penting.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan di lapangan. "Kekeringan sering dirasakan masyarakat Jeneponto. Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat untuk membantu mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau. Apabila anggaran tahun ini mencukupi, kami berharap bantuan dari BNPB dapat segera direalisasikan," kata Paris Yasir.
Ia menegaskan, kunjungan ke BNPB merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Selain itu, kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Terutama dalam penyediaan air bersih selama musim kemarau.
Selain ancaman kekeringan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi cuaca yang kering dinilai dapat memicu terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman.
Pemerintah daerah mengimbau warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Paris Yasir mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca berdasarkan informasi resmi dari BMKG. "Prakiraan BMKG menunjukkan musim kemarau di Jeneponto diperkirakan berlangsung hingga September 2026 di hampir seluruh kecamatan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap sinergi dengan BNPB dapat menghasilkan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Bantuan yang diberikan nantinya diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau.
Pemerintah juga memastikan berbagai langkah antisipasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi dan risiko bencana dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....