Sejarah dan Makna Kuliner Sop Konro Khas Makassar

  • 23 Okt 2025 20:22 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Sop Konro bukan sekadar sup iga yang kaya rempah, melainkan bagian hidup masyarakat Makassar yang menautkan sejarah, ritual, dan kebersamaan. Kuahnya yang pekat dan cara penyajiannya sering kali muncul dalam acara keluarga, hajatan, dan pertemuan sosial sebagai simbol kebersamaan antarwarga.

Penelitian Maryetti dkk. (2023) dalam jurnal Potensi Daya Tarik Wisata Gastronomi Makanan Khas Bugis–Makassar yang tersedia dalam website jurnal.unitri.ac.id menempatkan Sop Konro sebagai salah satu ikon gastronomi Bugis-Makassar yang memiliki nilai budaya kuat dan potensi sebagai daya tarik wisata kuliner; peneliti menyebutkan bahwa cerita asal usul, teknik pengolahan, dan cara penyajian menjadikan Sop Konro sebagai medium pewarisan budaya lokal. Pendapat ini menegaskan bahwa menikmati Sop Konro berarti mengakses narasi sejarah sosial Makassar yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam praktik keseharian, penyajian Sop Konro sering melibatkan proses gotong-royong, mulai dari penyembelihan hewan pada acara adat hingga penyusunan hidangan bersama di meja panjang. Kebiasaan tersebut menumbuhkan rasa saling membantu dan memperkuat ikatan sosial, sehingga hidangan menjadi lebih bermakna daripada sekadar santapan.

Kemudian Rusandi dalam jurnal Potensi Kota Makassar Sebagai Kota Wisata Kuliner (2024) yang tersedia dalam situs http://jurnal.unitri.ac.id/ juga menggarisbawahi bahwa menu tradisional termasuk Sop Konro berperan sebagai identitas budaya yang mempromosikan kebanggaan lokal dan mempererat solidaritas komunitas; penelitian ini menekankan pentingnya mempertahankan keaslian penyajian sambil melakukan inovasi yang sensitif budaya. Dengan demikian, Sop Konro berfungsi ganda: memuaskan lidah pengunjung sekaligus menjaga praktik sosial dan kultural masyarakat Makassar.

Karena itu, setiap mangkuk Sop Konro yang tersaji pada acara adat atau warung pinggir jalan sesungguhnya membawa pesan kolektif tentang kerja sama, rasa hormat, dan memori bersama. Menjaga tradisi memasak dan menyajikan Sop Konro berarti juga merawat jaringan sosial yang membuat komunitas Makassar tetap utuh dan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....