Nilai Budaya dalam Penyajian Pallubasa Makassar

  • 22 Okt 2025 21:51 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar ; Kuliner Pallubasa Makassar tidak hanya memanjakan indera perasa, tetapi juga menyimpan berbagai nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kehangatan kuah kental dan keberagaman rempahnya mencerminkan kepekaan masyarakat Makassar terhadap kreativitas kuliner dan kebersamaan antar-generasi.

Menurut Amirullah Amirullah (2025) dalam The Role of Intrinsic and Extrinsic Quality Attributes of Makassar Traditional Food as a Culinary Tourism Attraction yang terdapat dalam website http://researchgate.net/, aspek kualitas intrinsik (seperti warna, aroma, dan rasa) dan ekstrinsik (seperti citra asal dan branding lokal) berperan penting dalam menjadikan Pallubasa sebagai daya tarik wisata kuliner. Peneliti menekankan bahwa persepsi wisatawan terhadap kualitas kuliner tradisional sangat memengaruhi keputusan kunjungan, menjadikan Pallubasa bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol identitas budaya daerah .

Sementara itu, jurnal Social, Humanities, and Educational Studies (2025) yang tersedia dalam situs jurnal http://jurnal.uns.ac.id/ menyatakan bahwa masakan tradisional Makassar termasuk Pallubasa merupakan bagian integral dari identitas budaya, serta memainkan peranan strategis dalam pariwisata kuliner. Penelitian ini menyoroti bahwa pelestarian dan inovasi kuliner tradisional diperlukan agar tetap relevan di era modern sambil mempertahankan akar budaya .

Pallubasa sendiri memiliki ciri khas dalam cara penyajiannya: kuahnya yang kental mengandung santan dan parutan kelapa yang disangrai, serta taburan bahan seperti telur mentah dan perasan jeruk nipis agar cita rasa semakin kaya. Penyajian ini bukan hanya soal estetika atau rasa, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong dan kreativitas lokal setiap elemen menunjukkan cara masyarakat Makassar merayakan warisan kuliner secara turun-temurun.

Dengan demikian, Pallubasa Makassar bukanlah sekadar sajian sup daging yang menggugah selera, tetapi juga medium yang menyampaikan sejarah, identitas, dan kebanggaan budaya. Setiap tegukan kuahnya bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menghubungkan generasi masa kini dengan tradisi leluhur serta menggambarkan semangat solidaritas dan kreativitas masyarakat Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....