Kue Tradisional Bugis Simbol Budaya dan Doa
- 13 Jul 2025 11:17 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Dalam setiap pesta perkawinan adat Bugis, kue tradisional tak sekadar suguhan untuk tamu, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Keberadaan beragam jenis kue seperti barongko, baje’, songkolo bandang, hingga cucuru mencerminkan simbol harapan, restu, dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Kue-kue tradisional tersebut biasanya disajikan di atas dulang atau nampan khusus, dan menjadi bagian penting dari mappacci dan mapparola, dua prosesi sakral sebelum akad nikah. Menurut para tetua adat, setiap jenis kue membawa pesan dan doa tersendiri untuk kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.
Dikutip dari laman Dimensi Indonesia,salah satu kue yang paling terkenal adalah barongko, kue pisang yang dibungkus daun pisang. Kue ini melambangkan kesederhanaan, ketulusan, dan harapan agar rumah tangga tetap lembut dan manis meski dihadapkan pada ujian kehidupan. Keharumannya menjadi simbol kebaikan yang diharap menyebar dari keluarga kecil yang dibangun.
Kemudian ada baje’ atau dodol Bugis, yang teksturnya lengket dan kenyal. Makna dari kue ini adalah agar pasangan pengantin selalu lengket satu sama lain, kuat dalam komitmen, dan tidak mudah tercerai oleh godaan atau pertengkaran. Kue ini sering kali disusun bertingkat sebagai perlambang hubungan yang terus tumbuh.
Tak kalah penting adalah songkolo bandang, nasi ketan hitam yang disajikan dengan ikan bandeng. Ketan melambangkan kebersamaan dan kekompakan, sedangkan bandeng yang memiliki duri tajam memberi pesan agar pasangan saling hati-hati dalam perkataan dan tindakan. Keharmonisan rumah tangga harus dijaga, meski terkadang terasa rumit.
Dalam masyarakat Bugis, kue tradisional juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur dan bagian dari pelestarian identitas budaya. Setiap keluarga biasanya memiliki resep khas yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga penyajiannya dalam pesta pernikahan bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari identitas sosial dan kehormatan keluarga.
Pesta perkawinan Bugis dengan suguhan kue tradisional bukan hanya ajang merayakan cinta, tetapi juga wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang mengajarkan kesederhanaan, kebersamaan, dan harapan akan masa depan yang manis. Di balik rasa legit dan harum kue-kue tersebut, tersimpan doa dan makna yang mendalam bagi pengantin baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....