Nasi Liwet, Warisan Rasa dari Solo yang Mendunia

  • 26 Jun 2025 21:46 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar: Nasi liwet, salah satu kuliner khas Nusantara yang populer di berbagai daerah Indonesia, ternyata memiliki sejarah panjang yang sarat makna budaya. Hidangan ini berasal dari Kota Solo, Jawa Tengah, dan awalnya dikenal sebagai sajian khas rakyat jelata. Kini, nasi liwet telah menjelma menjadi menu favorit yang disajikan mulai dari warung tenda hingga restoran berbintang.

Dikutip dari wikipedia nasi liwet adalah hidangan nasi khas Indonesia yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, dan rempah-rempah. Nasi kukus biasanya dimasak dalam air, tetapi nasi liwet adalah nasi yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, daun salam, dan serai, sehingga memberikan nasi rasa yang kaya, aromatik, dan gurih. Nasi liwet adalah cara memasak nasi tradisional Jawa dengan santan. Ada juga varian nasi liwet ala Sunda yang berbeda rasa dan penyajiannya.

Sementara dari laman surakarta.go.id menurut sejarawan kuliner Jawa, Dwi Cahyono, nasi liwet sudah dikenal sejak abad ke-19 sebagai makanan khas masyarakat agraris di wilayah Kasunanan Surakarta. "Nasi liwet dulu dimasak dengan santan dan rempah sederhana sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Solo yang memanfaatkan bahan pangan dari sekitar," jelasnya dalam wawancara dengan media kuliner nasional tahun 2023.

Secara tradisional, nasi liwet dimasak menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar, memberikan aroma khas yang menggoda selera. Lauk pendamping yang umum disajikan antara lain opor ayam, telur pindang, tahu, tempe, serta sambal goreng labu siam. Ciri khas lainnya adalah "kumut", yaitu kuah santan gurih yang disiramkan di atas nasi.

Dalam masyarakat Solo, nasi liwet tak hanya menjadi santapan harian, tetapi juga bagian dari tradisi sosial dan spiritual. "Hidangan ini sering disajikan saat kenduri, syukuran, atau acara selamatan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan," ujar Dwi Cahyono. Hal ini pula yang menyebabkan nasi liwet kerap disajikan dalam tradisi makan bersama atau “liwetan” yang kini populer di berbagai kota besar.

Popularitas nasi liwet mulai meluas ke luar Solo pada dekade 1990-an, seiring maraknya migrasi masyarakat Jawa ke daerah lain, serta semakin berkembangnya industri kuliner lokal. Di era media sosial saat ini, konsep liwetan semakin digemari karena nilai kebersamaan dan penyajiannya yang estetik. Banyak restoran pun mengadopsi konsep makan bersama di atas daun pisang yang menjadi ciri khas liwetan.

Menariknya, terdapat berbagai variasi nasi liwet di daerah lain yang juga berkembang, seperti nasi liwet Sunda di Jawa Barat yang memiliki cita rasa berbeda, menggunakan ikan asin dan lalapan sebagai pelengkap. Namun, nasi liwet Solo tetap dianggap sebagai pionir dari hidangan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....