Siapa Saja Paling Berisiko Terserang Heatstroke, Ini Kata Dokter

  • 06 Sep 2026 09:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Cuaca panas ekstrem yang melanda Makassar meningkatkan risiko heatstroke bagi sejumlah kelompok masyarakat. Pekerja outdoor, lansia, anak-anak, hingga petani musim panen termasuk kelompok paling rentan.

Dokter muda Naila Amalia Afandi menyebut orang yang terpapar panas dalam waktu lama disertai aktivitas fisik berat memiliki risiko paling tinggi. Kombinasi kedua faktor ini mempercepat munculnya gejala dehidrasi hingga heatstroke.

"Orang-orang yang terpapar panas dalam waktu lama, kemudian aktivitas fisiknya berat, itu yang risikonya besar," jelas Naila Amalia Afandi, S.Ked, dokter muda IKM-IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dalam dialog Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar. Sabtu, 5 September 2026.

Kelompok ini mencakup pekerja tambang, buruh kasar, hingga siapa saja yang tiba-tiba harus beraktivitas di kondisi panas yang tidak biasa mereka hadapi. Tubuh yang belum terbiasa cenderung lebih sulit beradaptasi dengan suhu ekstrem.

Petani yang tengah memasuki musim panen menjadi salah satu contoh nyata kelompok berisiko tersebut. Aktivitas panen, menggebuk gabah, hingga menjemur hasil panen dari pagi sampai siang membuat mereka terpapar panas dalam waktu lama.

Selain pekerja outdoor, lansia dan anak-anak juga masuk kategori rentan. Kemampuan tubuh keduanya beradaptasi terhadap suhu panas dinilai lebih lemah dibanding orang dewasa yang sehat.

Kebutuhan cairan harian menjadi kunci pencegahan utama bagi seluruh kelompok berisiko. Jumlah air yang dibutuhkan bergantung pada berat badan masing-masing individu. "Untuk ukuran rata-rata, 1,5 sampai dua liter setiap hari itu sudah cukup," kata Naila.

Pemilihan pakaian saat beraktivitas di luar ruangan turut memengaruhi kenyamanan tubuh menghadapi panas. Bahan ringan seperti linen atau katun disarankan karena lebih menyerap keringat. "Sebisa mungkin pakai pakaian yang ringan dan nyaman, seperti bahan linen atau katun," ungkap Naila.

Kelompok berisiko diimbau tidak menunggu haus untuk minum serta mengatur jeda istirahat di tempat teduh saat panas puncak siang hari. Kewaspadaan sejak dini dinilai efektif mencegah gangguan kesehatan akibat panas ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....