Cuaca Makin Panas, Jangan Abaikan 5 Hal Ini untuk Anak
- 26 Agt 2026 10:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID Makassar - Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa hari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada bayi dan anak-anak. Tubuh anak juga lebih sulit mengatur suhu dibandingkan orang dewasa sehingga membutuhkan perhatian lebih dari orang tua.
Merujuk laman UNICEF Parenting, bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami stres akibat panas. Dehidrasi pada anak juga dapat menjadi kondisi serius jika tidak segera ditangani.
UNICEF menyarankan orang tua memantau kondisi cuaca sebelum merencanakan aktivitas di luar rumah. Kegiatan di luar ruangan sebaiknya dilakukan pada waktu yang lebih sejuk dan dihindari saat suhu sedang paling tinggi.
Saat berada di luar rumah, anak dianjurkan menggunakan pakaian yang ringan dan longgar. Orang tua juga dapat memberikan perlindungan tambahan dengan mengajak anak berteduh serta menggunakan topi atau payung.
Asupan cairan juga perlu menjadi perhatian selama cuaca panas. UNICEF menyarankan anak berusia enam bulan ke atas minum air secara teratur sepanjang hari, sementara bayi di bawah enam bulan tetap mendapatkan ASI eksklusif.
Orang tua juga perlu memastikan anak tidak bermain di luar terlalu lama ketika cuaca sangat panas. Jika anak berolahraga atau bermain di luar, mereka perlu beristirahat secara berkala untuk membantu mencegah dehidrasi dan dampak serius akibat panas.
Selain itu, kondisi rumah perlu dibuat senyaman mungkin saat suhu meningkat. Tirai dapat ditutup pada waktu terpanas, jendela bisa dibuka pada malam hari, dan kipas atau pendingin dapat digunakan jika tersedia.
Dengan langkah sederhana tersebut, orang tua dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami gangguan akibat panas. Pemantauan secara rutin tetap penting karena anak terkadang belum mampu mengenali atau menyampaikan bahwa dirinya mulai mengalami dehidrasi maupun kepanasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....