Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Global

  • 14 Agt 2026 07:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Resistensi antimikroba atau AMR menjadi salah satu masalah kesehatan global yang perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika antibiotik tidak lagi efektif membunuh mikroba penyebab penyakit.

Yosef Dwi Irwan, Kepala Balai Besar POM Makassar dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 13 Agustus 2026 mengatakan esistensi antimikroba telah menimbulkan dampak serius secara global. Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan sekitar 10 juta jiwa dapat meninggal akibat resistensi antimikroba pada 2050.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi kewaspadaan bersama karena dapat berkembang tanpa disadari. "resistensi antimikroba atau resistensi antibiotik ini menjadi salah satu dari 10 penyakit ataupun masalah kesehatan global, Di mana pada 2019 resistensi antimikroba ini mengakibatkan kematian kurang lebih 4,9 juta jiwa secara global, dan WHO memperkirakan di 2050 sekitar 10 juta jiwa itu meninggal akibat resistensi antimikroba," kata Yosef kepada RRI.

Host : Arty Alfiart (Sunarti Tasik Malillin) bersama Narasumber Yosef Dwi Irwan, Kepala Balai Besar POM Makassar dalam Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Kamis, 13 Agustus 2026 membahas seputar Antibiotik

Dikatakan, resistensi antimikroba dapat disebut sebagai silent pandemic atau pandemi yang berlangsung secara diam-diam. Ia mengingatkan masyarakat tidak menggunakan antibiotik apabila tidak terdapat indikasi infeksi bakteri.

"Resistensi mikroba ini adalah suatu kondisi di mana antibiotik tidak lagi mempan untuk membunuh mikroba-mikroba yang merugikan ataupun mengakibatkan penyakit," ujarnya dalam perbincangan bersama RRI.

Ia menambahkan, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat membuat mikroba beradaptasi dan menjadi kebal terhadap obat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi lebih sulit disembuhkan dan meningkatkan risiko perawatan yang lebih lama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....