Fibrilasi Atrium, Gangguan Irama Jantung yang Bisa Picu Stroke
- 10 Agt 2026 20:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Fibrilasi atrium atau atrial fibrillation (AFib) merupakan gangguan irama jantung yang tidak teratur dan sering kali berlangsung sangat cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya pembekuan darah di jantung sehingga meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi jantung lainnya.
Dilansir dari mayoclinic.org. Pada fibrilasi atrium, serambi jantung atau atrium berdetak secara kacau dan tidak teratur. Kondisi tersebut membuat detak atrium tidak sinkron dengan bilik jantung atau ventrikel.
Fibrilasi atrium dapat menyebabkan jantung berdebar, sesak napas, pusing, hingga kelelahan. Namun, sebagian orang tidak merasakan gejala sehingga kondisi tersebut tidak selalu disadari.
Episode fibrilasi atrium dapat muncul dan menghilang atau berlangsung terus-menerus. Kondisi ini umumnya tidak langsung mengancam jiwa, tetapi membutuhkan penanganan yang tepat untuk membantu mencegah komplikasi, terutama stroke.
Gejala fibrilasi atrium dapat berupa detak jantung cepat atau berdebar, nyeri dada, pusing, kelelahan, penurunan kemampuan berolahraga, sesak napas, dan kelemahan. Keluhan yang dialami setiap orang dapat berbeda.
Fibrilasi atrium dapat terjadi secara sesekali atau paroksismal. Pada kondisi ini, gejala dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam dan pada sebagian orang dapat bertahan hingga sepekan sebelum kembali normal.
Jenis lainnya adalah fibrilasi atrium menetap, ketika irama jantung tidak teratur berlangsung terus dan tidak kembali normal dengan sendirinya. Penanganan medis diperlukan untuk mengatur kembali irama jantung jika gejala muncul.
Fibrilasi atrium juga dapat bersifat persisten jangka panjang atau berlangsung lebih dari 12 bulan. Sementara itu, pada fibrilasi atrium permanen, irama jantung yang tidak teratur tidak dapat diperbaiki sehingga pengobatan ditujukan untuk mengendalikan detak jantung dan mencegah pembekuan darah.
Penanganan fibrilasi atrium dapat meliputi penggunaan obat-obatan, terapi kejut listrik untuk mengembalikan irama jantung, serta prosedur untuk memblokir sinyal jantung yang menyebabkan irama tidak teratur. Gangguan irama lain yang berkaitan, yaitu atrial flutter, memiliki penanganan yang serupa.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada fibrilasi atrium, pemeriksaan medis diperlukan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Sementara itu, nyeri dada memerlukan pertolongan medis darurat karena dapat menjadi tanda serangan jantung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....