Manfaat Air Rebusan Lengkuas dan Kandungan yang Dimilikinya
- 10 Agt 2026 12:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Lengkuas atau Alpinia galanga bukan hanya dikenal sebagai bumbu masakan, tetapi juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di sejumlah negara Asia. Melansir https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov Air rebusan rimpang ini berpotensi memberikan manfaat kesehatan karena mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, dan minyak atsiri, meski khasiatnya tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis.
Salah satu potensi manfaat lengkuas berkaitan dengan aktivitas antioksidannya, yaitu membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel. Penelitian pada ekstrak rimpang A. galanga menemukan adanya aktivitas penangkal radikal bebas melalui pengujian DPPH dan ABTS, tetapi penelitian tersebut dilakukan terhadap ekstrak di laboratorium, bukan secara langsung pada air rebusan yang diminum manusia.
Senyawa aktif dalam lengkuas juga diteliti karena kemungkinan memiliki efek antiperadangan. Sejumlah kajian ilmiah melaporkan aktivitas antiinflamasi dari ekstrak dan komponen A. galanga, namun bukti tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa air rebusan lengkuas dapat menyembuhkan radang sendi, nyeri otot, atau penyakit peradangan tertentu.
Lengkuas turut menunjukkan potensi antimikroba dalam penelitian laboratorium. Ekstrak rimpang maupun minyak atsirinya dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri, tetapi hasil uji tersebut tidak berarti air rebusan lengkuas dapat menggantikan antibiotik atau digunakan untuk mengobati infeksi tanpa pemeriksaan dokter.
Dalam penggunaan tradisional, minuman berbahan lengkuas sering dikonsumsi untuk membantu menghangatkan tubuh dan meredakan keluhan pencernaan ringan seperti rasa tidak nyaman pada perut. Kajian ilmiah memang mencatat penggunaan tradisional lengkuas untuk gangguan pencernaan, tetapi penelitian klinis yang secara khusus menguji efektivitas air rebusan lengkuas pada manusia masih terbatas.
Cara mengonsumsinya dapat dilakukan dengan membersihkan rimpang lengkuas, mengiris tipis, kemudian merebusnya dalam air hingga aroma dan rasanya keluar. Minuman tersebut sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar tanpa tambahan gula berlebihan, karena konsumsi herbal yang terlalu sering atau terlalu pekat belum memiliki standar dosis yang seragam untuk masyarakat umum.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa istilah “dahsyat untuk kesehatan” tidak boleh dimaknai sebagai jaminan penyembuhan berbagai penyakit. Penelitian pada hewan terhadap ekstrak lengkuas dalam penggunaan jangka panjang menemukan perubahan pada organ dan parameter darah tertentu, sehingga orang dengan penyakit hati, ginjal, gangguan metabolik, ibu hamil, serta pengguna obat rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara teratur.
Dengan demikian, air rebusan lengkuas dapat ditempatkan sebagai minuman herbal pelengkap dalam pola hidup sehat, bukan sebagai obat utama. Rujukan ilmiah terkait dapat dibaca melalui PubMed dan jurnal internasional seperti Journal of Ethnopharmacology, Heliyon, Pharmaceuticals, serta Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, yang membahas kandungan, potensi biologis, dan aspek keamanan Alpinia galanga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....