Bawang Merah Punya Banyak Manfaat, Ini Kandungan dan Khasiatnya

  • 10 Agt 2026 09:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Bawang merah (Allium cepa L.) tidak hanya berfungsi sebagai bumbu penyedap, tetapi juga mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh. Melansir https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/ Berbagai publikasi ilmiah menyebutkan bahwa bawang merah memiliki flavonoid seperti kuersetin, senyawa organosulfur, senyawa fenolik, vitamin, serta mineral yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Kandungan kuersetin dan senyawa fenolik pada bawang merah dapat membantu melawan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh lebih tinggi daripada kemampuan tubuh untuk menetralisirnya. Namun, efek antioksidan tersebut tidak berarti bawang merah dapat menggantikan pengobatan medis atau secara langsung menyembuhkan penyakit tertentu.

Bawang merah juga berpotensi mendukung kesehatan jantung melalui pengaruhnya terhadap tekanan darah, kadar lemak darah, fungsi pembuluh darah, dan proses peradangan. Sejumlah tinjauan ilmiah melaporkan adanya hasil positif dari ekstrak bawang merah atau kuersetin terhadap tekanan darah dan profil kolesterol, tetapi hasil penelitian pada manusia masih beragam sehingga manfaatnya perlu dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan terapi tunggal.

Manfaat lain yang banyak diteliti berkaitan dengan pengendalian gula darah dan metabolisme tubuh. Beberapa studi laboratorium, penelitian pada hewan, serta sebagian penelitian manusia menunjukkan bahwa komponen bawang merah dapat memengaruhi penyerapan glukosa, sensitivitas insulin, dan metabolisme lemak, tetapi penderita diabetes tetap perlu mengikuti anjuran dokter dan tidak mengganti obat dengan konsumsi bawang merah.

Bawang merah juga mengandung serat larut seperti inulin dan fruktooligosakarida yang berpotensi membantu pertumbuhan mikroorganisme baik di dalam usus. Karena itu, penggunaannya sebagai bagian dari makanan sehari-hari dapat mendukung kesehatan pencernaan, meskipun bukti manfaat tersebut masih banyak berasal dari penelitian eksperimental dan belum dapat dijadikan dasar untuk mengobati gangguan pencernaan.

Warna dan bagian bawang merah dapat memengaruhi kandungan senyawa aktifnya, karena varietas merah atau ungu umumnya memiliki lebih banyak antosianin dan flavonoid dibandingkan varietas yang lebih pucat. Senyawa kuersetin juga banyak ditemukan pada lapisan luar bawang, tetapi bawang tetap harus dicuci dan diolah dengan higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi serta residu dari lingkungan.

Cara pengolahan turut menentukan kandungan gizi dan senyawa bioaktif bawang merah, sebab pemanasan tertentu dapat mengubah kadar flavonoid serta senyawa sulfur. Bawang merah dapat ditambahkan ke dalam sup, tumisan, sambal, salad, atau makanan lain dalam jumlah wajar, sedangkan konsumsi mentah berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, perut kembung, atau sensasi panas pada sebagian orang.

Dengan demikian, khasiat bawang merah paling tepat dipahami sebagai potensi pendukung kesehatan dalam pola makan seimbang yang juga mencakup sayur, buah, protein, aktivitas fisik, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan. Bawang merah bukan obat utama untuk hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kanker, maupun penyakit jantung, sehingga orang yang sedang menjalani pengobatan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan ekstrak atau suplemen bawang merah dalam dosis tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....