KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas Hadirkan Program "SIGAP"
- 04 Agt 2026 13:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan diabetes dan pengenalan alternatif pemanis pengganti gula bagi masyarakat di Desa Polewali pada 2 Agustus 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga setempat sekaligus mengajak mereka menerapkan pola makan yang terkontrol sejak dini.
Selain itu, program kerja tersebut juga direalisasikan sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Hasanuddin, Riski Alfarizy Saputra, memimpin langsung pelaksanaan edukasi ini.
Dalam sesi pemaparannya, ia memberikan penjelasan mendalam mengenai diabetes. ”Diabetes adalah kondisi medis di mana kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi dan menumpuk di dalam tubuh akibat kurangnya produksi atau fungsi insulin dalam tubuh kita,” jelasnya.
Menghadapi ancaman ini, mahasiswa menginisiasi sebuah gerakan pencegahan bernama "SIGAP", yang merupakan singkatan dari Siap Hidup Sehat, Giat Bergerak, Atur Makan, dan Pantang Gula Berlebih. Selanjutnya, masyarakat dibimbing secara langsung untuk mengenali gejala umum diabetes, seperti sering haus, sering kencing, sering lapar, mudah lelah dan mengantuk, penurunan berat badan yang tidak wajar, hingga luka yang sulit sembuh.
Untuk memudahkan warga dalam memantau kondisi kesehatannya masing-masing, masyarakat juga dibekali informasi teknis mengenai indikator diagnosis penyakit tersebut. Seseorang dikategorikan terkena diabetes apabila hasil Gula Darah Sewaktu (GDS) berada di angka ≥ 200mg/dL atau Gula Darah Puasa (GDP) ≥ 126mg/dL.
Sementara itu, angka 100-125mg/dL sudah menjadi peringatan keras karena merupakan tanda-tanda awal Diabetes Mellitus (DM). “Pelaksanaan program edukasi ini sangat menekankan pentingnya kedisiplinan asupan gizi harian. Materi edukasi tersebut mengingatkan warga bahwa batas konsumsi normal gula harian hanyalah 50 gram sehari, atau setara dengan 4 sendok makan. Sebagai bentuk solusi aplikatif agar warga tidak kesulitan mengubah kebiasaan, kegiatan ini turut mengenalkan berbagai alternatif gula pasir yang lebih aman bagi gula darah dengan menggunakan produk-produk gula pengganti” tambah Risky.
Tidak hanya membahas aspek pencegahan, tim pelaksana juga mengulas berbagai faktor risiko penyebab diabetes yang kini makin banyak diderita di seluruh dunia. Faktor-faktor pemicu tersebut dimulai dari gaya hidup yang tidak sehat, berat badan berlebih atau obesitas, usia di atas 40 tahun, hingga adanya faktor riwayat keluarga penderita.
Pemahaman komprehensif ini diberikan agar warga dapat menghindari komplikasi jangka panjang yang sangat mengancam kualitas hidup, seperti terjadinya gagal ginjal, masalah mata, penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga amputasi akibat luka fisik yang sulit sembuh. Tingkat partisipasi warga yang tinggi dibarengi dengan respons yang sangat positif.
Salah satu peserta kegiatan mengapresiasi edukasi yang dibawakan langsung oleh mahasiswa kedokteran tersebut. "Penyampaian materinya sangat jelas. Kami kini mengerti batasan makan gula harian dan pentingnya mengecek kesehatan," ujarnya antusias saat ditanya mengenai manfaat program tersebut.
Di sisi lain, Haryati, A.Md.Keb., selaku Bidan Pustu Desa Polewali, turut menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kegiatan ini. Ia menilai inisiatif mahasiswa KKN Unhas Angkatan 69 tersebut sangat tepat sasaran dan bermanfaat nyata. "Pemahaman mengenai pencegahan diabetes melalui edukasi semacam ini sangat krusial dan amat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama kalangan lansia," ungkap Haryati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....