Daun Srikaya Kian Dilirik, Berpotensi Jadi Herbal Kesehatan
- 04 Agt 2026 08:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Daun serikaya atau daun srikaya kian menarik perhatian karena bukan hanya dikenal dalam pengobatan tradisional, tetapi juga mulai dibahas dalam kajian ilmiah luar negeri sebagai bahan yang berpotensi mendukung kesehatan. Melansir https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/ Tanaman dari spesies Annona squamosa ini banyak tumbuh di wilayah tropis dan daunnya kerap diolah menjadi rebusan, teh herbal, atau pasta untuk pemakaian luar.
Dalam praktik tradisional, daun serikaya paling sering diolah menjadi air rebusan yang diminum hangat, lalu ada juga yang menjadikannya teh kering dari daun yang sudah dijemur. Selain itu, daun yang ditumbuk halus sering dipakai sebagai pasta atau kompres untuk pemakaian luar, misalnya pada keluhan kulit atau bagian tubuh yang terasa tidak nyaman.
Sejumlah publikasi ilmiah menyebut daun serikaya memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat, terutama karena kandungan flavonoid dan senyawa fenoliknya. Aktivitas ini penting karena antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel.
Kajian lain juga menunjukkan adanya potensi antiinflamasi pada ekstrak daun serikaya, termasuk pada model uji laboratorium dan hewan. Temuan ini membuat daun serikaya sering dikaitkan dengan bantuan meredakan peradangan, meski hasil penelitian tersebut masih dominan berada pada tahap pra-klinis.
Dari sisi metabolik, beberapa review ilmiah menyebut daun Annona squamosa berpotensi bersifat antidiabetik atau membantu pengendalian gula darah. Namun, para peneliti tetap menekankan bahwa klaim ini belum bisa diperlakukan sebagai pengganti terapi medis, karena bukti pada manusia masih terbatas.
Olahan daun serikaya juga sering dipilih karena dianggap praktis dan murah, terutama di masyarakat yang terbiasa memakai tanaman herbal rumah tangga. Air rebusan menjadi bentuk paling populer, sedangkan teh daun serikaya lebih cocok untuk konsumsi harian yang ringan, dan pasta daun lebih umum digunakan secara topikal.
Meski demikian, penggunaan daun serikaya tetap perlu kehati-hatian karena efek dan dosis yang aman belum distandardisasi secara luas. Jika ingin memanfaatkannya untuk mendampingi kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar tidak bertabrakan dengan obat atau kondisi medis yang sedang dijalani.
Dengan minat masyarakat yang terus tumbuh pada bahan alami, daun serikaya menjadi contoh bagaimana warisan herbal tradisional mulai mendapat pijakan ilmiah baru. Ke depan, kajian yang lebih kuat pada manusia masih dibutuhkan agar manfaatnya bisa dipahami secara lebih pasti dan digunakan dengan lebih aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....