Seminar IMC Soroti Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak

  • 26 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Meningkatnya kasus gangguan tumbuh kembang dan kesehatan mental pada anak menjadi perhatian serius para tenaga medis. Isu tersebut mengemuka dalam Seminar Ilmiah Neurodevelopment Anak dan Pendampingan Sejak Dini bertema "Anak Hebat Dimulai dari Deteksi Dini yang Tepat" yang digelar di Inggit Medical Centre (IMC), BTP Tamalanrea Raya, Makassar, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar neurologi dan psikologi serta diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan tenaga kesehatan, pendidik, dan masyarakat.

Seminar membahas berbagai isu mulai dari mengenali tanda awal gangguan tumbuh kembang anak, pentingnya skrining dan deteksi dini, pilihan terapi yang tepat, hingga strategi pendampingan bagi anak sesuai kebutuhannya. Pemateri yang hadir antara lain dokter spesialis saraf RSCM Jakarta dr. Adre Maeza, Sp.S(K), Kepala Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Dr. dr. Jumraini Tammasse, S.Ked., Sp.S., Subsp.N.R.E.(K), serta psikolog pendidikan Ananda Zhafira, M.Psi.

Dokter spesialis saraf RSCM Jakarta, dr. Adre Maeza, mengatakan gangguan kesehatan mental pada anak kini menjadi tren global yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Menurutnya, salah satu persoalan yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah adalah kasus perundungan (bullying) yang dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak, bahkan memicu tindakan yang membahayakan diri sendiri. "Kasus bullying ini bagi orang Makassar bisa membuat terganggunya harga diri dan berakibat bunuh diri," ujar dr. Adre Maeza.

Ia menjelaskan gangguan tumbuh kembang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan fungsi otak dan kondisi psikologis anak. Gangguan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga setelah kelahiran. Menurutnya, kondisi seperti gangguan memori, kurang tidur, kecemasan, hingga penurunan kemampuan berpikir perlu mendapat perhatian agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sementara itu, Kepala Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dr. dr. Jumraini Tammasse, menjelaskan bahwa Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan bagian dari gangguan perkembangan saraf yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, guru, hingga lingkungan sekitar agar perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal.

"Jangan mulai dengan hukuman, tetapi pahami pola perilaku dan rujuk jika perlu. Catatan harian juga boleh digunakan sebagai bahan diagnosis ke tenaga profesional," kata dr. Jumraini.

Pada sesi berikutnya, psikolog pendidikan Ananda Zhafira menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang berbeda dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah masih terbatasnya jumlah psikolog pendidikan dibandingkan dengan meningkatnya kebutuhan layanan bagi anak berkebutuhan khusus, sehingga kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga profesional menjadi sangat penting.

Melalui seminar ini, para pemateri berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak semakin meningkat. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya gangguan yang lebih berat, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh pendampingan yang tepat agar mampu tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya.(*Alpianus Ba'ka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....