Program TOSS TBC Dorong Penemuan dan Pengobatan Pasien hingga Sembuh
- 23 Jul 2026 11:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Untuk menekan penularan penyakit tersebut, Kementerian Kesehatan menjalankan program TOSS TBC atau Temukan dan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis.
Dilansir dari kemenkes.go.id. Program ini merupakan pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati, dan memastikan pasien TBC menyelesaikan pengobatan hingga sembuh. Langkah tersebut bertujuan memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, dan umumnya menyerang paru-paru meski dapat menginfeksi organ tubuh lainnya.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Indonesia mencatat sekitar satu juta kasus TBC dengan perkiraan 110 ribu kematian setiap tahun.
Melalui program TOSS TBC, masyarakat diajak mengenali gejala sejak dini, menjalani pengobatan secara tepat, serta memantau terapi hingga tuntas. Tiga langkah utama dalam program ini meliputi menemukan gejala di masyarakat, mengobati pasien secara cepat dan tepat, serta memastikan pengobatan berlangsung hingga sembuh.
Gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama lebih dari dua minggu, sesak napas, dan berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai upaya pencegahan penularan, masyarakat diimbau menerapkan etika batuk dan bersin, seperti menggunakan masker, menutup mulut dan hidung dengan lengan bagian dalam atau tisu, membuang tisu ke tempat sampah, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan kuman TBC menjadi kebal terhadap obat atau dikenal sebagai Tuberculosis Multi-drug Resistant (TB MDR) maupun Tuberculosis Extensively Drug Resistant (TB XDR).
Saat ini, layanan pengobatan TBC telah tersedia di seluruh puskesmas di Indonesia, serta dapat diakses melalui rumah sakit, klinik, dan dokter praktik swasta. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Indonesia mencapai sekitar 90 persen, yang menunjukkan sebagian besar pasien dapat sembuh apabila menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....