Pertolongan Pertama dan Pengobatan Gigitan Ular
- 11 Jul 2026 15:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gigitan ular merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Tidak semua gigitan ular mengandung bisa, tetapi setiap korban harus dianggap berisiko hingga diperiksa oleh tenaga kesehatan. Bisa ular dapat menyerang sistem saraf, pembekuan darah, otot, maupun jaringan di sekitar luka. Antibisa atau antivenom merupakan pengobatan paling efektif untuk menetralisir efek racun pada kasus gigitan ular berbisa.
Pertolongan pertama yang benar bertujuan memperlambat penyebaran racun ke seluruh tubuh. Korban sebaiknya dijauhkan dari lokasi kejadian agar terhindar dari gigitan ulang, lalu dibuat tetap tenang karena kepanikan dapat mempercepat denyut jantung dan penyebaran bisa. Bagian tubuh yang tergigit perlu diistirahatkan dan diimobilisasi menggunakan bidai sederhana bila memungkinkan. Perhiasan, jam tangan, atau benda yang menekan area sekitar luka sebaiknya dilepas karena pembengkakan dapat muncul dalam waktu singkat.
Tindakan yang keliru justru dapat memperparah kondisi korban. Melansir pusatkrisis.kemkes luka gigitan tidak boleh disayat, diisap dengan mulut, dibakar, maupun diberi bahan kimia atau ramuan tradisional. Penggunaan torniket yang terlalu ketat juga tidak dianjurkan karena dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan kerusakan jaringan. WHO menegaskan bahwa metode tersebut tidak terbukti bermanfaat dan justru dapat menunda penanganan medis yang seharusnya segera dilakukan.
Setelah pertolongan pertama diberikan, korban harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan menangani kasus gigitan ular berbisa. Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi umum, tanda keracunan, gangguan pembekuan darah, hingga fungsi pernapasan. Bila ditemukan tanda envenomasi atau keracunan akibat bisa ular, pasien akan memperoleh antivenom yang dipilih sesuai indikasi klinis. Selain itu, pasien dapat menerima terapi cairan, obat pereda nyeri, dukungan pernapasan, serta penanganan komplikasi lain sesuai kondisi masing-masing.
Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kecepatan korban memperoleh layanan medis. Gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan yang cepat meluas, perdarahan, kelemahan otot, kelopak mata turun, sesak napas, atau penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Penanganan gigitan ular berbisa terbaik adalah dengan akses cepat ke antivenom yang aman dan berkualitas sehingga dapat menurunkan resiko kematian serta kecacatan akibat gigitan ular.
Masyarakat yang tinggal atau bekerja di area persawahan, perkebunan, hutan, maupun daerah dengan populasi ular tinggi perlu meningkatkan kewaspadaan. Menggunakan sepatu bot, membawa penerangan saat berjalan pada malam hari, serta menghindari memasukkan tangan ke lubang atau semak tanpa melihat kondisi sekitar dapat mengurangi risiko gigitan. Apabila memungkinkan, foto ular dari jarak aman dapat membantu identifikasi, tetapi korban maupun pendamping tidak boleh mencoba menangkap atau membunuh ular karena dapat meningkatkan risiko gigitan tambahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....