Mengenal Bell’s Palsy: Penyebab,Gejala, dan Cara Penanganannya

  • 09 Jul 2026 20:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Bell’s palsy merupakan gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan secara tiba-tiba pada salah satu sisi otot wajah. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada saraf wajah yang berfungsi mengendalikan gerakan seperti tersenyum, mengedipkan mata, hingga mengerutkan dahi.

Dilansir dari alodokter.com Menurut informasi kesehatan dari Alodokter, Bell’s palsy dapat dialami siapa saja, namun lebih sering terjadi pada ibu hamil, penderita diabetes, serta orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan seperti flu.

Berbeda dengan stroke yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh lain, Bell’s palsy umumnya hanya memengaruhi otot wajah. Meski demikian, kelumpuhan wajah yang muncul secara tiba-tiba tetap perlu mendapat pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab pasti Bell’s palsy masih terus diteliti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan peradangan atau pembengkakan pada saraf wajah yang menghambat penyampaian sinyal dari otak menuju otot wajah. Peradangan tersebut dapat dipicu oleh infeksi virus, seperti virus herpes simplex, varicella zoster, hingga virus influenza.

Gejala Bell’s palsy biasanya muncul secara mendadak. Penderitanya dapat mengalami wajah tampak turun pada satu sisi, sulit tersenyum secara simetris, mata sulit menutup atau sering berair, kesemutan pada wajah, hingga gangguan pada indra pengecap.

Dokter menyarankan masyarakat segera melakukan pemeriksaan apabila kelumpuhan wajah disertai kesulitan berbicara, kelemahan pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, penglihatan terganggu, maupun sakit kepala hebat secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan saraf lain yang lebih serius seperti stroke.

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada wajah serta menanyakan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan tambahan seperti tes darah, elektromiografi, CT scan, atau MRI dapat dilakukan apabila diperlukan.

Sebagian besar penderita Bell’s palsy dapat pulih dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Penanganan dapat dilakukan melalui pemberian obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, obat antivirus apabila berkaitan dengan infeksi virus, penggunaan obat pereda nyeri, hingga fisioterapi untuk membantu mengembalikan fungsi otot wajah.

Selain pengobatan, pasien juga dianjurkan menjaga kelembapan mata, terutama jika kelopak mata sulit menutup, serta melakukan latihan otot wajah sesuai arahan tenaga medis.

Hingga saat ini belum ada cara khusus untuk mencegah Bell’s palsy. Namun, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, mengelola stres, serta mengontrol penyakit seperti diabetes dan hipertensi dapat membantu menjaga kesehatan saraf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....