Kebiasaan Mengurangi Gula dan Garam Bantu Tubuh Lebih Sehat
- 08 Jun 2026 12:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Mengurangi gula dan garam adalah langkah sederhana yang sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh, terutama untuk menjaga tekanan darah, berat badan, dan metabolisme tetap seimbang. Melansir https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/ Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini juga membantu menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Gula yang berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan, resistensi insulin, dan gangguan kesehatan lain yang berujung pada diabetes tipe 2. World Health Organization menyarankan konsumsi gula bebas dibatasi di bawah 10% dari total energi harian, dan untuk hasil yang lebih baik dianjurkan di bawah 5%. Karena itu, minuman manis, camilan kemasan, dan makanan olahan sebaiknya dibatasi agar asupan gula tidak menumpuk tanpa disadari.
Garam pun perlu dikendalikan karena konsumsi natrium yang tinggi berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. WHO merekomendasikan asupan garam kurang dari 5 gram per hari, dan Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan batas yang sama, yaitu sekitar 1 sendok teh garam per hari. Kebiasaan menambahkan garam berlebih saat memasak atau memilih makanan olahan yang tinggi natrium sering menjadi sumber utama konsumsi garam yang tidak terasa.
Kabar baiknya, mengurangi gula dan garam tidak harus dilakukan secara drastis, karena tubuh dan lidah biasanya butuh waktu untuk beradaptasi. Cara yang lebih mudah adalah menurunkannya bertahap, misalnya mengurangi takaran gula pada kopi atau teh sedikit demi sedikit, lalu memperbanyak penggunaan bumbu alami seperti bawang, cabai, jahe, atau rempah-rempah lain agar rasa makanan tetap nikmat. Langkah kecil seperti ini lebih realistis dan cenderung bertahan lama dibanding perubahan mendadak.
Pola makan juga akan lebih sehat bila diganti dengan bahan makanan yang lebih alami dan minim proses. Sayur, buah, ikan segar, biji-bijian utuh, dan protein tanpa olahan bisa membantu tubuh tetap mendapat energi serta rasa kenyang tanpa tambahan gula dan garam berlebihan. Dengan begitu, tubuh tidak hanya menghindari risiko penyakit, tetapi juga mendapat kualitas gizi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Selain memilih makanan yang tepat, membaca label gizi menjadi kebiasaan penting agar kita tahu berapa banyak gula dan natrium yang masuk ke tubuh. Ini sangat membantu saat membeli makanan kemasan, karena banyak produk yang tampak biasa saja ternyata menyimpan gula atau garam cukup tinggi. Jika disertai aktivitas fisik rutin, istirahat cukup, dan pengelolaan stres yang baik, upaya mengurangi gula dan garam akan memberi manfaat yang lebih besar bagi kesehatan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....