Begini Efek Kafein dalam Tubuh

  • 18 Mei 2026 17:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Kafein merupakan zat stimulan alami yang banyak ditemukan dalam kopi, teh, minuman energi, dan minuman bersoda. Kandungan ini dikenal mampu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, serta membantu tubuh melawan rasa lelah.

Dilansir dari Healthline.com. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan zat kimia yang berperan dalam mengatur rasa kantuk dan relaksasi tubuh. Ketika reseptor ini terhambat, otak akan meningkatkan pelepasan dopamin dan zat kimia lain yang memicu kewaspadaan.

Efek kafein umumnya mulai terasa dalam 30 hingga 60 menit setelah dikonsumsi dan dapat bertahan sekitar tiga hingga lima jam. Karena itu, banyak orang mengandalkan kopi atau teh berkafein untuk meningkatkan energi saat memulai hari maupun mengatasi rasa lelah di siang hari.

Namun, konsumsi kafein secara rutin dapat menyebabkan tubuh mengalami toleransi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menjadi kurang responsif terhadap efek stimulan kafein akibat meningkatnya jumlah reseptor adenosin di otak.

Saat toleransi terbentuk, efek seperti peningkatan fokus dan energi menjadi berkurang meski jumlah konsumsi tetap sama. Akibatnya, sebagian orang cenderung meningkatkan asupan kafein untuk mendapatkan efek yang serupa.

Selain memengaruhi fokus, toleransi kafein juga berdampak pada tekanan darah, performa olahraga, dan kewaspadaan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan kafein dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek, tetapi efek tersebut menurun pada konsumen rutin.

Dalam aktivitas fisik, kafein diketahui dapat meningkatkan daya tahan dan performa olahraga. Namun, manfaat tersebut juga dapat berkurang seiring kebiasaan konsumsi harian.

Konsumsi kafein secara rutin juga dapat memicu ketergantungan ringan. Gejala putus kafein biasanya muncul 12 hingga 16 jam setelah penghentian konsumsi, berupa sakit kepala, mengantuk, sulit fokus, dan perubahan suasana hati.

Untuk mengurangi toleransi, seseorang dapat membatasi konsumsi kafein atau memberi jeda beberapa hari dalam sepekan tanpa minuman berkafein. Cara ini membantu tubuh kembali sensitif terhadap efek kafein.

Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat adalah maksimal 400 miligram per hari atau setara sekitar empat cangkir kopi. Sementara ibu hamil disarankan membatasi konsumsi hingga 200 miligram per hari.

Meski bermanfaat meningkatkan energi dan konsentrasi, konsumsi kafein tetap perlu dikontrol. Kebiasaan mengonsumsi kafein berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan tidur, jantung berdebar, hingga kecemasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....