Dokter Ingatkan Bahaya Pasang Behel Sembarangan

  • 16 Mei 2026 16:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemasangan behel atau kawat gigi di tempat yang bukan ditangani dokter gigi berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulut. Mula dari posisi gigi yang semakin berantakan hingga kehilangan gigi permanen.

Residen PPDGS Ortodonti dan Ortodpedi Dentokaraniofasialis Universitas Hasanuddin Dokter gigi Andi Fatima Azzahrah menjelaskan pemasangan behel sembarangan dapat membuat posisi gigi menjadi semakin tidak teratur.

“Risikonya banyak sekali. Gigi bisa makin berantakan, maaf yang istilahnya tonggos makin tonggos, bahkan akarnya bisa memendek karena pergerakan gigi itu melibatkan banyak jaringan,” ujar drg Andi Fatima saat berbincang di Zona Komunitas bertopik World Orthodontic Health Day 2026: Trend Behel, Fungsi dan Bahayanya yang disiarkan Pro 2 RRI Makassar pada 15 Mei 2026 pukul 21.00 WITA.

Ia mengatakan akar gigi yang memendek dapat menyebabkan gigi kehilangan penyangga sehingga menjadi goyang. Dalam kondisi yang lebih parah, gigi bahkan dapat lepas dan menyebabkan kehilangan gigi permanen.

Selain itu, menurut drg Fatima, pemasangan behel yang tidak sesuai prosedur juga dapat mengganggu sistem stomatognatik atau hubungan fungsi gigi dan sendi rahang. Kondisi tersebut dapat memicu nyeri rahang akibat perubahan posisi gigitan yang tidak terkendali.

Sementara itu, dokter gigi spesialis ortodonti Ardiansyah S Pawinru yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi PPDGS Ortodonti dan Ortopedi Dentokaraniofasialis Universitas Hasanuddin menjelaskan bahwa sebelum pemasangan behel, kondisi kebersihan mulut dan jaringan gigi pasien harus diperiksa secara menyeluruh.

“Kalau kebersihan mulut tidak diperhatikan, karang gigi bisa bertambah dan akhirnya gigi menjadi goyang. Yang paling sering kami temukan justru hasil perawatan yang semakin parah, seperti rahang makin miring atau gigi makin maju,” katanya.

Ia menambahkan bahwa risiko infeksi juga cukup sering terjadi akibat pemasangan behel sembarangan. Penumpukan sisa makanan pada sela behel, penggunaan bahan yang berlebihan, hingga luka yang tidak ditangani dapat memicu infeksi, gigi berlubang, hingga kerusakan jaringan pendukung gigi.

Melalui edukasi tersebut, para narasumber mengingatkan masyarakat agar tidak memasang behel hanya demi mengikuti tren estetika. Mereka menegaskan bahwa perawatan ortodonti merupakan tindakan medis yang harus dilakukan oleh dokter gigi atau dokter gigi spesialis ortodonti untuk mencegah risiko jangka panjang pada kesehatan mulut dan gigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....