Kolaborasi Bersih Bawakaraeng Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia
- 15 Mei 2026 04:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID. Gowa — Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku menginisiasi kegiatan “Korve Aksi Bersih serta Penyelesaian Pembangunan Langgar dan Sanitasi di Camp Pos 8 Gunung Bawakaraeng”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Mei 2026 ini menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian kawasan hulu sekaligus memperkuat budaya pendakian yang bertanggung jawab.
Gunung Bawakaraeng merupakan salah satu kawasan strategis di Sulawesi Selatan yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai daerah tangkapan air bagi Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Meningkatnya aktivitas pendakian dalam beberapa tahun terakhir memang memberikan dampak positif terhadap sektor wisata alam dan perekonomian masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan serius terhadap kualitas lingkungan, terutama persoalan sampah dan minimnya fasilitas sanitasi di jalur pendakian.
Kondisi Pos 8 jalur pendakian Gunung Bawakaraeng saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Banyak sampah anorganik yang tertinggal di area perkemahan, sementara fasilitas dasar seperti air bersih, toilet, tempat sampah, dan sarana ibadah belum tersedia secara memadai. Limbah manusia yang tidak terkelola dengan baik bahkan berpotensi meningkatkan kontaminasi bakteri E.coli pada sumber air di kawasan hulu yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat di wilayah hilir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Gowa, Balai Besar KSDA Sulsel, PT Vale, Ecotru, ASPEBINDO, Pertamina, PLN, Pelindo, komunitas pecinta alam, masyarakat lokal, TNI/Polri, NGO, hingga media untuk melakukan aksi bersih dan pembangunan infrastruktur hijau secara swadaya.
Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, SKM., MH., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih biasa, melainkan bagian dari gerakan bersama menjaga ketahanan lingkungan dan sumber daya air di Sulawesi Selatan.
“Gunung Bawakaraeng bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga kawasan penyangga kehidupan. Karena itu, upaya menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang layak merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menargetkan penyelesaian fasilitas sanitasi berupa penyediaan air bersih, toilet, wadah tempat sampah, serta langgar di Pos 8 sebelum 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Selain pembangunan fisik, kegiatan juga diisi dengan aksi pembersihan sampah anorganik di area camp dan jalur pendakian. Para peserta diedukasi untuk menerapkan prinsip responsible mountaineering, yakni budaya mendaki yang bertanggung jawab dengan membawa kembali sampah masing-masing ke kaki gunung untuk diserahkan ke Bank Sampah Unit (BSU) di wilayah Lembanna dan Bulu Ballea.
Sebagai simbol kampanye pengurangan plastik sekali pakai, panitia turut membagikan 250 tumbler edukatif kepada peserta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pendaki untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama beraktivitas di alam bebas.
Pusdal LH Sulawesi dan Maluku juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak BUMN dan swasta melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR). Partisipasi sektor korporasi dinilai penting dalam memperkuat sinergi pentahelix guna mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Melalui kegiatan ini, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga gunung bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan menjaga kebersihan kawasan hulu diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas air, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan ekosistem di masa depan.
Kegiatan korve aksi bersih dan pembangunan sanitasi di Gunung Bawakaraeng diharapkan menjadi contoh gerakan kolaboratif yang dapat direplikasi di berbagai kawasan konservasi dan destinasi alam lainnya di Indonesia. Semangat Indonesia ASRI pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga bumi tetap aman, sehat, resik, dan indah bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....