Faktor Kelahiran Memengaruhi Skor Kecerdasan Anak Masa Depan

  • 11 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tim peneliti menemukan adanya hubungan erat antara kondisi saat kelahiran dengan tingkat kecerdasan atau IQ anak di kemudian hari. Bayi yang lahir secara prematur serta memiliki berat badan lahir rendah dilaporkan berisiko menghadapi kesulitan dalam kemampuan belajar serta berpikir secara akademik.

Mengutip laporan Newsweek, tinjauan mendalam yang dipimpin oleh Universitas Oxford ini menelaah dampak kelahiran sebelum usia tiga puluh tujuh minggu terhadap kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan berat lahir kurang dari dua koma lima kilogram cenderung memiliki skor kecerdasan yang lebih rendah.

Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara masa kelahiran dengan prestasi sekolah serta kebutuhan dukungan pendidikan tambahan selama masa pertumbuhan. Data menunjukkan adanya kesenjangan prestasi pada bidang utama seperti kemampuan membaca, matematika, hingga mengeja dibandingkan dengan anak yang lahir cukup bulan.

Secara keseluruhan, ditemukan adanya perbedaan skor IQ hingga sepuluh poin pada anak-anak yang lahir dalam kondisi prematur atau kecil. Kesenjangan kemampuan kognitif ini paling terlihat jelas pada masa kanak-kanak dan meskipun berkurang saat remaja, pengaruhnya tetap terasa hingga dewasa.

Temuan ini juga menyoroti kecenderungan individu yang lahir prematur untuk memiliki tingkat penyelesaian sekolah yang lebih rendah dibandingkan rekan sebayanya. Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya identifikasi dini bagi anak-anak yang masuk dalam kategori berisiko tinggi tersebut sejak dini.

Dukungan medis dan pendidikan jangka panjang menjadi kunci utama untuk membantu meningkatkan hasil kualitas hidup individu yang lahir prematur. Melalui pendampingan yang tepat, hambatan kognitif yang muncul akibat faktor kelahiran diharapkan dapat diminimalisir seiring dengan pertambahan usia anak.

Di Sulawesi Selatan, upaya menjaga kualitas sumber daya manusia sejak dini juga terus diperkuat melalui penanganan stunting yang kini menjadi prioritas. Melalui pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan, pemerintah berharap dapat mencetak generasi masa depan yang memiliki kecerdasan optimal serta daya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....