Ini 5 Penyebab Lemak Perut Tidak Berkurang meski Rutin Berolahraga

  • 09 Jun 2026 20:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Lemak perut sering tetap bertahan meski seseorang rutin berolahraga. Kondisi ini umumnya terjadi karena pembakaran kalori tidak seimbang dengan pola hidup harian. Lemak di area perut juga berbeda dengan lemak biasa karena banyak tersimpan sebagai lemak visceral yang berada di sekitar organ tubuh. Lemak visceral lebih sulit dikendalikan jika seseorang hanya mengandalkan olahraga tanpa memperbaiki faktor lain seperti pola makan, tidur, dan stres.

Melansir health.harvard.edu penyebab pertama adalah pola makan yang masih berlebihan kalori meski tubuh aktif bergerak. Banyak orang merasa sudah cukup berolahraga lalu mengabaikan asupan gula, makanan cepat saji, minuman manis, atau camilan tinggi lemak. Kelebihan kalori harian tetap akan disimpan tubuh sebagai lemak, termasuk di bagian perut.

Penyebab kedua adalah jenis olahraga yang kurang tepat. Latihan perut seperti sit up atau crunch memang membantu mengencangkan otot, tetapi tidak otomatis membakar lemak perut secara langsung. Pembakaran lemak lebih efektif melalui latihan aerobik seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang yang dilakukan rutin dan konsisten.

Penyebab ketiga berasal dari kurang tidur dan stres berkepanjangan. Saat tubuh sering stres atau tidur tidak cukup, hormon kortisol meningkat dan memicu penumpukan lemak di area perut. Hormon stres dapat membuat tubuh lebih sulit mengurangi lemak visceral meski aktivitas fisik tetap dilakukan. Kondisi ini juga sering meningkatkan rasa lapar sehingga seseorang makan lebih banyak tanpa sadar.

Penyebab keempat adalah kurangnya asupan protein dan serat. Banyak orang fokus mengurangi makan tetapi tidak memperhatikan kualitas nutrisi. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung pembentukan massa otot saat olahraga. Serat juga membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Jika tubuh kekurangan protein dan serat, pembakaran lemak menjadi lebih lambat dan rasa lapar lebih cepat muncul.

Penyebab kelima berkaitan dengan faktor usia, hormon, dan genetika. Bertambahnya usia membuat massa otot perlahan menurun sehingga metabolisme ikut melambat. Faktor genetik juga memengaruhi lokasi penyimpanan lemak dalam tubuh. Karena itu, ada orang yang lebih mudah menyimpan lemak di bagian perut meski pola olahraga sudah cukup baik. Kondisi hormonal tertentu juga dapat membuat penurunan lemak perut berjalan lebih lambat dibanding bagian tubuh lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....