Paredolia, Pandangan Mata Seolah Melihat Mahluk Ghaib

  • 26 Apr 2026 09:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena melihat “sesuatu” yang tampak seperti wajah, sosok, atau makhluk tertentu dalam bayangan, awan, atau objek acak sering kali menimbulkan rasa penasaran bahkan ketakutan. Dalam psikologi, pengalaman ini dikenal sebagai pareidolia, yaitu kecenderungan otak manusia untuk mengenali pola yang familiar, terutama wajah, pada stimulus visual yang sebenarnya tidak memiliki makna spesifik.

Istilah yang berasal dari bahasa Yunani para (di samping) dan eidolon (gambar atau bentuk), yang menggambarkan bagaimana persepsi manusia dapat “menambahkan makna” pada sesuatu yang netral. Fenomena ini bukan gangguan mental, melainkan bagian dari cara kerja normal sistem persepsi manusia yang sangat sensitif terhadap pola.

Melansir nature Pareidolia berkaitan erat dengan bagaiman pengenalan wajah di otak, khususnya pada area fusiform face area (FFA). Secara alami kemampuan manusia mengenali wajah dengan cepat sangat penting untuk bertahan hidup, seperti mengidentifikasi teman atau ancaman. Sistem ini menjadi “terlalu aktif”, sehingga terkadang menghasilkan persepsi wajah atau sosok pada objek acak seperti bayangan pohon atau pola dinding.

Pareidolia sering disalahartikan sebagai kejadian mistis, termasuk seolah melihat fisik makhluk gaib. Padahal, psikolog kognitif menjelaskan bahwa otak manusia cenderung mengisi kekosongan informasi dengan interpretasi yang sudah dikenal sebelumnya. Pareidolia tidak hanya melibatkan penglihatan, tetapi juga dipengaruhi oleh ekspektasi dan pengalaman individu. Ketika seseorang berada dalam kondisi gelap, cemas, atau sugestif, otak lebih mudah menginterpretasikan rangsangan ambigu sebagai sesuatu yang bermakna, termasuk sosok yang dianggap “tidak kasat mata”.

Faktor emosional juga memainkan peran penting dalam memperkuat fenomena ini. Manusia lebih cepat mendeteksi wajah dengan ekspresi emosional tertentu, bahkan dalam bentuk yang sangat samar. Ini menjelaskan mengapa pareidolia sering muncul dalam situasi yang memicu rasa takut atau waspada.

Selain visual, pareidolia juga dapat terjadi dalam bentuk auditori, seperti mendengar suara tertentu dalam kebisingan acak. Fenomena yang berkaitan dengan kecenderungan otak untuk mencari makna dalam pola suara. Dalam kondisi seperti kelelahan atau isolasi sensorik, manusia bisa lebih rentan mengalami interpretasi keliru terhadap rangsangan, yang kemudian dianggap sebagai pengalaman supranatural.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....