Kenali Penyebab Kentut Berlebihan dan Cara Mengatasinya Sekarang
- 23 Apr 2026 08:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sering buang angin atau perut kembung ternyata bukan sekadar masalah kebiasaan sepele atau pengaruh makanan semata. Dalam kondisi tertentu, frekuensi kentut yang meningkat drastis dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan pencernaan serius pada tubuh manusia.
Melansir Better Health Channel, rata-rata orang normal akan buang angin sebanyak lima belas kali dalam sehari. Namun, ketika jumlah tersebut meningkat secara signifikan dan disertai rasa nyeri, kondisi ini tidak boleh lagi dianggap remeh oleh masyarakat.
Gas berlebih di dalam perut sering kali memicu rasa tidak nyaman seperti kram hingga nyeri perut yang hebat. Selain dampak fisik, kondisi ini juga bisa memengaruhi psikologis seseorang karena rasa malu atau cemas saat berada di tempat umum.
Ada beberapa faktor utama pemicu gas berlebih, salah satunya adalah terlalu banyak menelan udara saat makan terlalu cepat. Gangguan sistem pencernaan hingga intoleransi laktosa juga menjadi penyebab umum mengapa produksi gas di lambung menjadi tidak terkendali.
Selain itu, fermentasi karbohidrat tertentu seperti fruktosa yang ditemukan dalam madu dan buah dapat memicu pembentukan gas. Jenis karbohidrat ini dikenal sebagai FODMAP yang sulit diserap oleh sistem pencernaan bagi sebagian orang dengan kondisi sensitif.
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika kentut berlebih disertai dengan gejala muntah atau diare. Tanda-tanda lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan adanya darah dalam tinja juga memerlukan penanganan medis segera.
Kedisiplinan dalam memperhatikan perubahan pola buang air besar merupakan langkah penting untuk mendeteksi dini penyakit iritasi usus besar. Dengan penanganan yang tepat, gangguan pencernaan kronis dapat dihindari guna menjaga kualitas hidup sehat jangka panjang bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....