Efektivitas Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Daerah dapat Deteksi Dini PTM

  • 17 Apr 2026 14:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Program Indonesia Sehat kembali hadir menyapa pendengar PRO1 RRI Makassar pada edisi Jumat, 17 April 2026. Membahas topik "Efektivitas Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Daerah," dialog interaktif yang dipandu oleh penyiar Risna Supratio. Melalui sambungan daring, hadir sebagai narasumber utama yakni Ardadi, S.Farm., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam dialog tersebut, Ardadi memaparkan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan pilar penting dalam mewujudkan transformasi layanan primer. “Program ini dirancang bukan sekadar memberikan pengobatan, melainkan untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes yang trennya terus meningkat. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara rutin tanpa menunggu jatuh sakit adalah indikator keberhasilan utama dari program yang dicanangkan pemerintah daerah saat ini,” Jelasnya.

Terkait efektivitasnya, Ardadi menekankan bahwa integrasi data melalui sistem digital telah mempermudah pemantauan kesehatan warga secara real-time. “ Dengan adanya pemeriksaan gratis yang menjangkau hingga pelosok desa, beban biaya pengobatan di tingkat rujukan (rumah sakit) dapat ditekan secara signifikan. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memiliki logistik yang cukup untuk melayani pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah secara cuma-Cuma,” tambahnya.

Ardadi juga menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah ketersediaan alat, melainkan perubahan pola pikir masyarakat terhadap budaya sehat. "Efektivitas program ini tidak hanya diukur dari berapa ribu orang yang datang memeriksakan diri, tetapi bagaimana hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti. Kami ingin masyarakat memahami bahwa mengetahui kondisi kesehatan lebih dini adalah bentuk investasi masa depan agar kualitas hidup tetap terjaga di usia tua,"tegas Ardadi.

Lebih lanjut, dialog tersebut mengungkap bahwa kolaborasi antar-sektor menjadi kunci keberlanjutan program ini di Sulawesi Selatan. Dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan layanan melalui unit kesehatan bergerak atau mobile clinic. Ardadi menyebutkan bahwa peran kader kesehatan di lapangan sangat krusial dalam mengajak warga, terutama kelompok lansia dan usia produktif, untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis yang telah disiapkan negara.

Menutup dialog, Ardadi berharap melalui diseminasi informasi yang masif, target Indonesia Sehat dapat tercapai lebih cepat dengan angka harapan hidup yang lebih tinggi. Ke depannya, pemeriksaan kesehatan gratis akan terus dikembangkan dengan penambahan parameter skrining yang lebih komprehensif sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing daerah di Sulawesi Selatan.

Ardadi menyimpulkan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. “Melalui program pemeriksaan gratis ini, diharapkan tidak ada lagi sekat finansial bagi warga untuk mendapatkan hak dasar mereka dalam memantau kondisi fisik secara berkala. Bagi seluruh masyarakat untuk segera mengunjungi Puskesmas atau posyandu terdekat guna memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis yang tersedia setiap hari kerja,” tutup Ardadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....